banner 500x188

Meugang di Bumi Linge, ITB dan Rumah Amal Hadirkan Kebahagiaan Lewat Pemotongan Kerbau di Desa Jamat

Meugang di Bumi Linge, ITB dan Rumah Amal Hadirkan Kebahagiaan Lewat Pemotongan Kerbau di Desa Jamat
Meugang di Bumi Linge, ITB dan Rumah Amal Hadirkan Kebahagiaan Lewat Pemotongan Kerbau di Desa Jamat.(Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Gerakan ITB Peduli Sumatera yang diwakili oleh Rektor, bersama tim Mahasiswa Berdampak dan Rumah Amal Salman, menyelenggarakan program ‘Meugang di Bumi Linge’ di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan terima kasih atas keterbukaan masyarakat yang telah menerima mahasiswa untuk mengabdi dan beraktivitas membantu warga desa.

Program ini sekaligus menjadi awal rangkaian praramadhan Rumah Amal Salman dengan tema ‘Ramadhan Memulihkan Sumatera’. Pada pelaksanaannya, ditargetkan pembelian satu ekor kerbau untuk dibagikan kepada 120 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga dusun yakni Dusun Jamat, Dusun Bayur, dan Dusun Nasuh.

Baca Juga:Pegadaian dan Masjid Salman ITB Hadirkan Teknologi Daur Ulang Air untuk Lingkungan Berkelanjutan

Acara dimulai dengan prosesi serah terima kerbau dari Rektor ITB kepada Kepala Desa Jamat (Reje). Dalam sambutannya, Pak Reje menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur dan keluarga besar ITB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur keluarga besar ITB, mulai dari DPMK, Rumah Amal Salman, mahasiswa, dan semuanya yang telah memberikan bantuan satu kerbau untuk perayaan Meugang persiapan Ramadhan. Semoga masyarakat semakin semangat, semakin pulih, dan lebih siap menghadapi Ramadhan,” ujar Pak Reje dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Rektor ITB dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar kampus kepada masyarakat.

Baca Juga:Menyambut Ramadhan 2026 dengan Hati Bersih dan Semangat Baru

“Ini merupakan titipan dari kami keluarga besar ITB agar bisa membahagiakan masyarakat Dusun Jamat dalam menyambut Ramadhan,” ungkapnya.

Prosesi Meugang dilaksanakan secara gotong royong, dimulai dari pemotongan hewan, pengulitan, pencacahan, hingga pembungkusan daging. Setiap keluarga menerima kurang lebih setengah kilogram daging. Proses distribusi dilakukan bersama mahasiswa dan warga dalam suasana penuh kebersamaan.

Kebahagiaan warga begitu terasa, salah satunya terlihat dari keceriaan Ibu Dahliana, seorang warga terdampak yang rumahnya sempat hanyut terbawa aliran air. Ia mengaku sangat bersyukur menerima daging Meugang tersebut yang langsung dimasak menjadi masakan khas Gayo untuk keluarganya.

Baca Juga:KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Meninggal Dunia

“Terima kasih banyak kepada para donatur dan keluarga besar ITB. Alhamdulillah, kami sangat senang. Daging yang kemarin masih ada juga, sekarang sedang kami olah lagi untuk persiapan Ramadhan,” tuturnya haru.

Melalui program ‘Meugang di Bumi Linge’ ITB Peduli Sumatera bersama Rumah Amal Salman berharap semangat berbagi ini dapat menjadi penguat solidaritas serta pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus menjadi menyambut Ramadhan yang penuh harapan. (*)