banner 500x188

Menko AHY Dorong Kunci Bersama Jadi Model Pengembangan Kawasan Terintegrasi di Indonesia

AHY mendorong Kawasan Kunci Bersama menjadi model pengembangan kawasan terintegrasi yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan.
Menko AHY Dorong Kunci Bersama Jadi Model Pengembangan Kawasan Terintegrasi di Indonesia.

JuaraNews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Kawasan Kunci Bersama menjadi model pengembangan kawasan terintegrasi yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan keynote speech Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY secara resmi dinobatkan sebagai Dewan Penasehat Kunci Bersama, kawasan strategis yang mencakup sepuluh kabupaten/kota di wilayah timur Jawa Barat dan berbatasan dengan Jawa Tengah. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang, namun membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangannya berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Menko AHY menegaskan pengembangan kawasan harus selaras dengan arah pembangunan nasional dan mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden. Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengorkestrasikan peran lima kementerian teknis agar pembangunan infrastruktur tidak berjalan secara sektoral, melainkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang terintegrasi.

Baca Juga: Akademisi Unpad: Penyelesaian Konflik Bandung Zoo Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

“Kita harus membangun kawasan, bukan sekadar membangun proyek. Infrastruktur yang dibangun harus saling terhubung, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Menko AHY.

Sebagai langkah konkret, Menko AHY menawarkan konsep aglomerasi polisentris, yaitu pengembangan beberapa pusat pertumbuhan dengan keunggulan masing-masing yang saling terhubung melalui konektivitas, logistik, dan rantai nilai ekonomi. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan setiap daerah berkembang sesuai potensi dan keunggulannya, sekaligus saling memperkuat pertumbuhan kawasan secara menyeluruh.

Dalam paparannya, Menko AHY juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antardaerah, mengoptimalkan simpul logistik seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati, serta mengembangkan kawasan industri, pariwisata, agribisnis, dan sentra pangan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Baca Juga: Ratnawati Dorong Tata Kelola Air Terintegrasi dan Inovasi Koagulan Lokal untuk Jawa Barat

Menutup arahannya, Menko AHY mengajak seluruh kepala daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan kawasan yang maju, terhubung, dan berdaya saing.

“Mari kita terus perkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, media, serta masyarakat agar pembangunan benar-benar menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Kawasan Kunci Bersama,” pungkasnya.

Pada agenda tersebut, Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra, Tenaga Ahli Menko Ali Affandi, dan Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam. (dsp)