banner 500x188

Komisi V DPRD Jabar Soroti Lonjakan Populasi Lansia Perempuan, Sekolah “Nyaah Ka Indung” Jadi Solusi Pemberdayaan

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jawa Barat menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat. 

JuaraNews, Bandung – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jawa Barat menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Salah satu langkah yang kini didorong adalah penguatan Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” sebagai ruang pemberdayaan sekaligus pendidikan nonformal bagi perempuan lansia.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah menilai keberadaan sekolah lansia tidak lagi sekadar program pendampingan, tetapi sudah menjadi kebutuhan sosial di tengah meningkatnya angka aging population di Jawa Barat.

Baca Juga: Ronny Hermawan: Jembatan Penyeberangan Harus Ramah Lansia dan Disabilitas

“Sekolah lansia itu sangat dibutuhkan oleh para lansia. Saya sebagai anggota DPRD tentu mendukung penuh peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, karena lansia merupakan bagian penting dalam ketahanan keluarga,” ujar Siti saat menghadiri kegiatan Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, jumlah lansia di Jawa Barat yang telah mencapai sekitar 5,9 juta jiwa menjadi gambaran bahwa pemerintah perlu menghadirkan program yang mampu menjaga kualitas hidup para lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.

Komisi V DPRD Jawa Barat pun, kata Siti, terus memberikan dukungan terhadap program-program yang dijalankan mitra kerja, termasuk DP3AKB Provinsi Jawa Barat, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan lansia.

Baca Juga: SIM Keliling Hadir di Bandung dan Cimahi, Begini Syarat Perpanjangannya

Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kondisi demografi Jawa Barat yang mulai memasuki fase aging population.

“Angka aging population kita sudah mencapai 11 persen. Dari total 5,9 juta lansia di Jawa Barat, jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, yaitu sekitar 51,71 persen,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi DP3AKB untuk menghadirkan sekolah lansia perempuan sebagai sarana edukasi dan penguatan kapasitas bagi para lansia perempuan di Jawa Barat.

Baca Juga: Mulai Februari, Rute Commuter Line Bandung Raya Diperpanjang Hingga Stasiun Cicalengka

Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan pembelajaran terkait kesehatan, penguatan mental, keterampilan, hingga dukungan sosial agar tetap memiliki peran aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’ diharapkan mampu membuat para lansia perempuan tetap berdaya, memiliki pengetahuan yang memadai, dan tetap berkontribusi dalam keluarga,” pungkasnya. (dsp)