banner 500x188

Kirab Budaya Cap Go Meh Warnai Suasana Ramadan di Kota Bekasi

Suasana Ramadan di Kota Bekasi, terasa lebih semarak dengan kehadiran Kirab Budaya Cap Go Meh menyuguhkan hiburan budaya jelang buka puasa.
Kirab Budaya Cap Go Meh Warnai Suasana Ramadan di Kota Bekasi. (foto: istimewa)

JuaraNews, Bekasi – Suasana Ramadan di Kota Bekasi pada Selasa (3/3/2026) terasa lebih hidup dan berbeda dari biasanya. Menjelang waktu berbuka, warga tidak hanya berburu takjil, tetapi juga menikmati suguhan budaya yang memikat lewat perhelatan Kirab Budaya Cap Go Meh.

Berpusat di Kelenteng Hok Lay Kiong, Kelurahan Margahayu, ratusan peserta mulai bergerak menyusuri jalanan protokol sejak pukul 15.00 WIB. Momentum ini menjadi magnet tersendiri bagi warga yang ingin menghabiskan waktu ngabuburit dengan menyaksikan atraksi budaya.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma (YPT), Ronny Hermawan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan Ramadan tahun ini memberikan warna spesial bagi Kota Bekasi.

Baca Juga: HUT ke-80 Jawa Barat: IWP Jabar Tebar Kebaikan dan Kepedulian

“Karena ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama, apalagi sekarang bulan puasa. Banyak warga yang biasa ngabuburit sambil melihat barongsai dan atraksi budaya lainnya,” ujar Ronny.

Kehadiran tokoh politik nasional semakin menguatkan nilai strategis acara ini. Terlihat Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, beserta jajaran pengurus, serta Sekretaris DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang hadir memberikan dukungan moral atas terselenggaranya perayaan yang inklusif ini.

Anton mengapresiasi terselenggaranya Kirab Budaya Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan masyarakat Kota Bekasi.

Baca Juga: Menko AHY Tinjau Infrastruktur Strategis Usai Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

“Ini contoh nyata bagaimana keberagaman bisa berjalan seiring dengan saling menghormati. Di tengah bulan Ramadan, masyarakat tetap bisa menikmati kekayaan budaya tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Bekasi menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya,” ujar Anton.

Ia berharap seluruh pihak terus mendukung kegiatan budaya seperti Kirab Cap Go Meh karena mampu memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi lintas umat beragama, serta menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Bakti Sosial untuk Warga Tionghoa

Selain memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kirab budaya, DPD Partai Demokrat Jawa Barat juga turut menyalurkan bakti sosial (baksos) kepada warga Tionghoa.

Baca Juga: Kirab Karnaval Budaya HUT ke-80 Jabar Terganggu oleh Insiden Rombongan Sekda

Partai Demokrat menyalurkan bantuan berupa paket sembako sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen memperkuat nilai kebersamaan serta solidaritas lintas komunitas di Kota Bekasi, khususnya pada momentum Ramadan dan perayaan Cap Go Meh.

Anton menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga Tionghoa mencerminkan kepedulian nyata Partai Demokrat terhadap masyarakat, sekaligus wujud komitmen untuk terus hadir dan berbagi di tengah keberagaman.

“Bakti sosial ini kami lakukan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Momentum Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan Ramadan sangat tepat untuk saling berbagi dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama. Inilah semangat kebhinekaan yang harus terus kita jaga di Kota Bekasi,” ujar Anton.

Baca Juga: Jawa Barat Jadi Model Penerapan SMK Go Global

Rute Singkat dan Pengaturan Lalu Lintas

Untuk meminimalkan potensi kemacetan di tengah pelaksanaan pada hari kerja dan bulan Ramadan, panitia bersama Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah menyiapkan pengaturan rute yang tertib dan kondusif.

Jalur kirab akan melintasi kawasan sekitar kelenteng menuju RM Cibiuk, Bank BRI, Bekasi Junction, dan ruas jalan di sekitarnya sebelum kembali ke lokasi awal.

“Kami mulai jam 15.00 WIB, diperkirakan selesai sekitar jam 18.00 WIB. Karena bulan puasa dan hari kerja, rutenya dibuat lebih singkat,” jelas Ronny.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Dishub dikerahkan secara situasional untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir.

Baca Juga: Alfamidi Bantu Warga Terdampak Banjir di 10 Kecamatan di Kabupaten Bekasi

Sekitar 800 peserta yang berasal dari berbagai komunitas budaya memadati jalanan, menghadirkan pertunjukan barongsai, liong, hingga gotong topekong, sehingga menyedot antusiasme belasan ribu warga yang menyaksikan kirab di sepanjang rute.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi dan para tokoh lintas agama mempertegas posisi Bekasi sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman.

Kirab Cap Go Meh tahun ini bukan sekadar tontonan, melainkan menjadi simbol nyata bahwa kebersamaan dan toleransi di Kota Bekasi tetap terjaga erat, bahkan di tengah kekhusyukan bulan Ramadan. (dsp)