banner 500x188

Kalah 0-1 oleh Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Kembali ke Super League

Tim Persipura Jayapura gagal kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, Super League pada musim depan.
Pemain Adhyaksa FCrayakan gol kemenangan atas Persipura Jayapura pada play-off promosi Championship 2025-2026 di Stadion Lucas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026) sore. (foto: antara)

JuaraNews, Bandung –  Tim Persipura Jayapura gagal kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, Super League pada musim depan.

Juara 5 kali liga tertinggi di Indonesia tersebut harus gagal setelah kalah 0-1 oleh Adhyaksa FC  pada play-off promosi Championship 2025-2026 di Stadion Lucas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026) sore. Gol tunggal kemenangan Adhyaksa, dicetak Adilson Silva pada menit ke-45+1.

Dengan kemenangan ini, Adhyaksa FC berhasil merebut tiket terakhir promosi ke Super League musim depan, sekaligus merebut peringkat 3 Championship 2025-2026. Sementara itu, dengan kekalahan ini, Persipura kembali gagal ke kasta teratas kompetisi sepak bola Indonesia sejak terdegradasi pada 2022.

Klub milik Kejaksaan Agung (Kejagung) yang merupakan Juara Liga 3 2023-2024 tersebut mengikuti jejak Garudayaksa FC dan PSS Sleman yang terlebih dulu memastikan diri promosi seusai menjadi pemuncak klasemen Grup 1 dan 2. Garudayaksa dan PSS sendiri akan bertemu di grandfinal untuk memperebutkan trofi juara Championship di Stadion Magowuharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam.

Baca JugaRESMI: Dibantai Persebaya 4-0, PSBS Biak Kembali Terdegradasi ke Championship League

 

Tim Persipura Jayapura gagal kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, Super League pada musim depan.
Para suporter tuan rumah Persipura Jayapura turun ke lapangan yang memicu kericuhan seusai timnya kalah oleh Adhyaksa FC 0-1 pada play-off promosi Championship 2025-2026 di Stadion Lucas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026) sore. (foto: kompas.com)

Tuan Rumah Kalah, Kericuhan Terjadi

Sayangnya laga antara Persipura dan Adhyaksa tersebut sempat diwarnai kericuhan, yang dipicu kekecawaan para pendukung tim tuan rumah. Kegagalan kembali berlaga di kasta tertinggi, memantik emosi para pendukung Persipura, dengan melakukan tindakan anarkis hingga ke dalam lapangan.

Oknum suporter berupaya melempar wasit dari Uzbekistan Asker Nadjafaliev, tak lama setelah ia meniup peluit berakhirnya pertandingan.  Pemain Adhyaksa FC yang berupaya masuk ke ruang ganti pemain juga turut jadi pelampiasan fans yang kecewa. Tak hanya kericuhan juga melebar ke luar stadion hingga melempari aparat yang bertugas dan membakar mobil yang terpakir di sekitaran Stadion Lukas Enembe.

PSSI pun menyayangkan terjadinya kericuhan tersebut. “PSSI sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Jayapura dan tentu memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut,” ungkap Sekjen PSSI Yunus Nusi.

“PSSI juga tidak menyangka kejadian seperti tadi malam dapat terjadi. Kami mengetahui bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat mencintai sepak bola,” sambungnya.

Yunus Nusi menegaskan kejadian tersebut sangat disayangkan mengingat Indonesia masih dalam pantauan FIFA dan berharap insiden semacam ini tidak terulang lagi.  “Dengan kecintaan itu, kami yakin semua pihak sebenarnya ingin menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe. Kejadian ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita, terlebih saat ini sepak bola Indonesia sedang dimonitor dan diawasi oleh FIFA. PSSI berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” kata Yunus Nusi.

Baca Juga: Ini Jadwal Pekan 32 Super League 2025-2026, Penentuan Langkah Persija Jakarta dan Persis Solo

Yunus Nusi mengingatkan tentang hasil pertandingans sepak bola yang harus diterima dengan lapang dada oleh semua pendukung. “Kita semua membutuhkan kesabaran dan kesadaran bahwa dalam sebuah pertandingan, menang, kalah, atau seri adalah hal yang pasti terjadi. Tidak mungkin sebuah pertandingan selalu berakhir sesuai harapan semua pihak,” ucapnya.

PSSI memberi peringatan kepada para pendukung agar bisa menjaga ketertiban dan keamanan di stadion agar sepak bola bisa dinikmati sebagaimana mestinya. Tak hanya itu, kericuhan di sepak bola juga akan memberi kerugian bagi banyak pihak.

“Ke depan, apabila kita ingin sepak bola Indonesia terlihat semakin maju dan menjadi tontonan yang menarik bagi keluarga serta pendukung tim kesayangan, maka mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di setiap stadion,” tegas Yunus.

“Sebab, apabila terjadi kericuhan dan keributan, semua pihak akan dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi, PSSI sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Marc Klok: Di Manapun Persib Main, Kita Harus Menang

 

Susunan Pemain

Persipura Jayapura

Adzb Al Hakim Arsyad (PG); Marckho Sandi Merauje, Marthin Alesandro Dusay, Ruben Karel Sanadi, Yustinus Pae; Bima Ragil Satria Rakasiwi/Elisa Yahya (90+7), Gunansar Papua Mandowen/Pahabol (84), Williams Lugo; Jeam Kelly Sroyer/Mansaray (70), Ramai Rumakiek/Febrianto (84), Reno Salampessy/Markus Otto (90+7).

Pelatih: Rahmad Darmawan

 

Adhyaksa FC

Jefri Wibowo Suliarno (PG); Ardi Ramdani, Arif Satria/Rafly Ariyanto 977), Hasim Kipuw/Fayrushi (66), Rangga Widiansyah; Brayen Pondaag, Makan Konate, Satrio Mega Insan/Miftahul Hamdi (90+5); Adilson Silva, Galuh Aryanata, Ramiro Fergonzi.

Pelatih: Ade Suhendra. (den)