JuaraNews, Ciamis – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, melakukan kunjungan kerja ke pusat pembiakan sapi lokal Jawa Barat di Kabupaten Ciamis, Selasa (6/1/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen legislatif dalam mendukung pengembangan dan pelestarian Sapi Pasundan sebagai penguat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Dalam agenda tersebut, Saeful meninjau dua lokasi strategis, yakni UPTD BPPIB Ternak Sapi Potong Cijeungjing serta mini farm di kawasan Panjalu.
Baca Juga: Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok
Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung progres pengembangan Sapi Pasundan, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Sapi Rancah.
Menurut Saeful, Sapi Pasundan memiliki nilai strategis yang tidak dimiliki oleh sapi lainnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan telah menetapkannya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah karena ketangguhan dan daya adaptasinya yang tinggi.
“Sapi Pasundan ini bukan ternak biasa. Ia sangat adaptif dengan kondisi geografis Jawa Barat yang berbukit, tahan terhadap penyakit, serta efisien dalam pemanfaatan pakan,” ungkap Saeful Bachri. Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Jawa Barat Jadi Model Penerapan SMK Go Global
Ia menegaskan, Sapi Pasundan merupakan kekayaan genetik asli Jawa Barat yang harus dijaga keberlanjutannya. Dukungan nyata dari pemerintah, khususnya kepada para peternak lokal, dinilai menjadi kunci agar plasma nutfah ini tidak tergerus oleh dominasi sapi impor.
“Kita memiliki kekayaan genetik luar biasa dalam bentuk Sapi Pasundan. Ini adalah plasma nutfah asli Jawa Barat yang wajib kita jaga dan kembangkan secara serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saeful menyebut Sapi Pasundan sebagai simbol kemandirian pangan sekaligus penopang ekonomi riil masyarakat pedesaan.
Baca Juga: Kota Bandung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Inovasi dan Kolaborasi
Ia memastikan Komisi II DPRD Jabar akan terus mendorong program pelestarian dan pengembangannya agar mampu bersaing di pasar ternak nasional.
“Sapi Pasundan bukan hanya soal ketahanan penyakit, tetapi juga menjadi sumber penghidupan peternak. Kami berkomitmen agar sapi ini tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan benar-benar menjadi primadona di pasar ternak nasional,” tandasnya.
Baca Juga: Indosat Perluas Jangkauan di Jabar, Dorong Konektivitas Andal dan Inklusif Lewat Kolaborasi Lokal
Pengembangan di UPTD Cijeungjing dan mini farm Panjalu diharapkan mampu menyediakan bibit unggul secara berkelanjutan bagi peternak di seluruh Jawa Barat.
“Dengan terjaganya kemurnian ras Sapi Pasundan, ketergantungan terhadap sapi impor diyakini dapat dikurangi secara bertahap,” pungkas Saeful Bachri. (dsp)







