Tantangan Pengelolaan Air di Kota Padat Penduduk

  • Kamis, 17 September 2020 | 16:03:00 WIB
  • 0 Komentar


Tantangan Pengelolaan Air di Kota Padat Penduduk

TANTANGAN pengelolaan air muncul, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan air terus meningkat dan mengharapkan tata kelola air yang efektif dan efisien.


Ada dua tantangan utama dalam pengelolan air di perkotaan. Pertama, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi serta, dan tantangan kedua adalah meningkatnya bencana yang berkaitan dengan air seperti banjir dan kekeringan.


"Jadi, tambah Erbi, bahwa permasalahan yang ada dalam lingkup perkotaan sangat kompleks, terlebih permasalahan yang berkaitan erat dengan sumber daya pendukung aktivitas manusia," Kata Anggota Tim Urban Water Specialist Badan Perencananan Pembangunan Nasional (Bappenas), Erbi Setiawan, MSc mengatakanatas saat kuliah online bertajuk ‘Holland Alumni Lecture: Urban Water Management – Scope and Challenges for Community’


Untuk itu, diperlukan sudut pandang yang luas dan lebih holistik dalam menghadirkan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada.


Salah satu gagasan yang ditawarkan untuk meminimalisir persoalan tata kelola air di perkotaan adalah memaksimalkan konsep urban metabolism.


Secara singkat, pendekatan urban metabolism ini adalah sebuah platform multidisipliner dan terintegrasi yang mengkaji aliran material dan energi di kota.


Pendekatan ini pada dasarnya menghitung seberapa banyak sumber daya yang diperlukan oleh masyarakat, baik berupa energi, material, air, makanan.


Sebagai penutup Erbi menyimpulkan urban metabolism adalah sebuah konsep yang dapat digunakan untuk memetakan potensi solusi apa yang bisa dihadirkan untuk permasalahan sumber daya yang lebih efektif dan tepat sasaran.


Dengan adanya paparan ini, Erbi berharap masyarakat Indonesia dapat belajar dan mengenal lebih lanjut tantangan tata kelola air di sejumlah kota padat penduduk di Indonesia.


Yang tidak kalah pentingnya adalah, mengenal bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah Belanda untuk menghadapi persoalan yang sama tersebut.


Bertindak sebagai moderator dalam kuliah online ini adalah Atina Rosydiana, anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia yang juga merupakan penerima beasiwa StuNed di Wageningen University and Research.


Acara ini diawali dengan sesi perkenalan Nuffic Neso Indonesia yang disampaikan oleh Emi
Fumita Sari selaku student counsellor Nuffic Neso Indonesia.


Dalam sesi perkenalan ini, Emi menyatakan bahwa program Holland Alumni Lecture merupakan salah satu wadah bagi alumni Belanda di Indonesia untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat seputar informasi dan pengalaman yang didapat selama menempuh studi di Belanda.


Nuffic Neso Indonesia adalah kantor perwakilan Nuffic, organisasi nonprofit di Belanda yang ditunjuk resmi menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan dan didanai oleh pemerintah Belanda.


Nuffic Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. (*)

bas

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Terkait
Berita Lainnya
Sejarah, Catatan, serta Peran Linmas di Tengah Masyarakat
Kang Hariyawan
Berbicara Solusi untuk Kuningan Mandiri
Konsistensi Partai Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat
Srikandi
  • Srikandi

    AMBA telah berjanji untuk menuntaskan dendam kepada Bisma. “Bisma harus mati,” kata Amba dalam Selengkapnya..

    • 4 Februari 2021
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Klasemen Liga Dunia

    Tim M Point
    1. Tottenham Hotspur 11 24
    2. Liverpool 11 24
    3. Chelsea 11 22
    4. Leicester City 11 21
    Tampilkan Detail

    Klasemen Liga Indonesia

    Tim M Point
    1 Persib Bandung 3 9
    2 Bali United 3 7
    3 PSIS Semarang 3 6