banner 500x188

Alun-alun Ciamis Syarat Masalah, Jadi Temuan BPK sampai Genangan Air Masuk di Area Foodcourt

Keberadaan alun-alun Ciamis yang saat ini selesai pembangunannya ternyata hasilnya jauh dari harapan dan memiliki kualitas yang sangat buruk.
Keberadaan alun-alun Ciamis yang saat ini selesai pembangunannya ternyata hasilnya jauh dari harapan dan memiliki kualitas yang sangat buruk.

JUARANEWS – Keberadaan alun-alun Ciamis yang saat ini selesai pembangunannya ternyata hasilnya jauh dari harapan dan memiliki kualitas yang sangat buruk.

Beberapa fasilitas di Alun-alun Ciamis yang sudah selesai dikerjakan kini banyak mengalami kerusakan karena dikerjakan dengan asal-asalan.

Proyek Alun-alun Ciamis sendiri dikerjakan dalam dua tahap. Pertama pengerjaannya dilakukan pada tahun anggaran 2023 dengan nilai Rp 12,1 miliar dengan penanggung jawab Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Barat.

BACA JUGA: Zona 5 TPA Sarimukti Belum Siap, Bandung Raya Dikhawatirkan Banjir Sampah!

Akan tetapi, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat temuan pekerjaan yang belum tuntas dan kekurangan volume pengerjaan dan pekerjaanpun terpaksa molor dari jadwal yang telah ditentukan.

Proek alun-alun Ciamis tahap pertama dikerjakan oleh CV RP awalnya bernilai Rp11,5 miliar dengan target pekerjaan selesai dalam 180 hari.

BACA JUGA: Koperasi Desa Merah Putih Dapat Kucuran Modal Rp 3 – 5 Miliar!

Akan tetapi, dalam perjalanannya terjadi perubahan addendum sebanyak 4 kali dan merubah alokasi anggaran menjadi Rp 12,1 miliar dengan penambahan waktu pengerjaan menjadi 194 hari.

Untuk pengawas dilakukan oleh PT PKU. Namun dalam melaksanakan tugas PT PKU dipertanyakan kredibiitasnya. Sebab berdasarkan hasil cek fisik, Alun-alun Ciamis banyak ditemukan kekurangan volume pekerjaan.

BACA JUGA: Pemprov Jabar Kucurkan Hibah Rp 19,2 Miliar untuk Petugas Haji

Kekurangan volume pekerjaan terjadi pada bongkaran, hardscape dan bangunan pendukung lainnya dengan nilai kerugian ditaksir sebesar Rp 332 juta.

Atas temuan tersebut kontraktor telah mengembalikan kelebihan pembayaran ke kas daerah atas kekurangan volume pekerjaan itu.

Akan tetapi, BPK masih menemukan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan grafir huruf pada plat besi dan mengharuskan diganti.

Proyek Foodcourt Senilai Rp 34,5 Alun-alun Ciamis Diduga Bermasalah

Kemudian pengembangan pembangunan alun-alun Ciamis dilanjutkan dengan membangun fasilitas pendukung Foodcourt senilai Rp 34,5 miliar.

Alokasi anggaran merupakan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi ketika hujan deras di dalam area, air masuk ke dalam sehingga menggenangi area makan.

BACA JUGA: Keberadaan SUTET Milik PT PLN di Desa Rajamandala Bandung Barat Diprotes Warga!

Lantai area Foodcourt menjadi licin dan sangat membahayakan dan seluruh area tempat makan digenangi oleh air hujan setinggi 2 cm.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. (DPRKPLH) Ciamis Okta Jabal Nugraha mengklaim, genangan air yang masuk ke foodcourt alun-alun Ciamis disebabkan oleh saluran air yang tersumbat sampah.

BACA JUGA: Koperasi Merah Putih, Potensinya Diklaim Sampai Rp 80 Triliun!

Okta mengatakan, kejadian air masuk ke area makan juga disebabkan oleh hujan yang disertai angin kencang. Untuk itu agar air tidak kembali masuk, Okta berjanji kan memasang canopy tambahan.

‘’Semua sudah kita tangani, genangan sudah surut selama 15 menit dibersihkan oleh petugas, nanti kita akan evaluasi,’’ tandas Okta. (edt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *