banner 500x188

Kemensos Benahi Data Penerima Bantuan Sosial

Kemensos Benahi Data Penerima Bantuan Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Foto:Bas)

JuaraNews, Bandung – Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan perbaikan data penerima Bantuan Sosial (Bansos). Salah satunya dengan integrasi data dari pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan kunci utama keberhasilan program sosial terletak pada akurasi data. Hal tersebut agar nantinya penerima bansos tepat sasaran.

Baca Juga:Pansus 12 DPRD Kota Bandung Matangkan Raperda Kesejahteraan Sosial

“Kalau data kita akurat, maka intervensi kita akan akurat. Kalau data kita sama dari tingkat desa sampai kementerian, program-program akan menyatu,” kata saat menghadiri rapat koordinasi teknis (Rakornis) konsolidasi data di Jawa Barat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, di Kota Bandung, Senin (11/11/2025).

Gus Ipul sapaan akrabnya Saifullah Yusuf mengungkapkan anggaran Bansos pada tahun ini naik di atas Rp500 triliun dan berpotensi meningkat dua kali lipat pada 2026.

“Tahun depan bisa jadi Bansosnya lebih dari 1.000 triliun,” ucapnya.

Baca Juga:Tak Semua Bisa! Ini Kriteria Penerima KUR Mikro BNI

Dalam upaya memperkuat layanan, Kemensos juga akan meluncurkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di setiap desa sebagai tempat pengaduan warga yang mengalami kesulitan sosial.

“Mulai dari urusan anak yang belum bisa menebus ijazah, belum bekerja, hingga belum menerima bansos, semua bisa disampaikan lewat Puskesos,” jelas Gus Ipul.

Ia juga menegaskan bahwa proses verifikasi penerima terus diperketat untuk menghindari kesalahan sasaran. Saat ini terdapat lebih dari 3 juta kasus inclusion error atau penerima yang dinyatakan tidak lagi layak mendapat bantuan.

Baca Juga:Fraksi PSI Usulkan Pembahasan Raperda DGPK Harus Komperhensip

“Dulu ada sekitar 4,2 juta, sekarang tersisa sekitar 3 juta lebih yang sudah tidak layak menerima bansos,” ungkapnya.

Langkah verifikasi ini dilakukan melalui kunjungan lapangan, pembaruan data digital, hingga inisiatif lokal seperti pemasangan stiker di rumah penerima.

“Ada pro dan kontra, tapi dengan stiker itu masyarakat bisa ikut mengawasi. Kalau merasa tidak layak, bisa menolak agar bantuannya dialihkan ke yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:IZI Luncurkan Program Jaminan Sosial untuk 1000 Penerima Manfaat Gandeng Kemnaker, BPJS, & FOZ

Gus Ipul mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh kabupaten/kota yang aktif berkolaborasi dengan Kemensos. “Terima kasih kepada Jawa Barat yang terus bersama kami menjalankan instruksi Presiden untuk memastikan bansos lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (Bas)