banner 500x188

Suara Ledakan Proyek PLTA Upper Cisokan PLN Akibatkan Puluhan Rumah Warga Rusak!

Proyek PLTA Upper Cisokan yang pengerjaannya oleh PLN mengakibatkan puluhan rumah milik warga mengalami kerusakan.
Proyek PLTA Upper Cisokan yang pengerjaannya oleh PLN mengakibatkan puluhan rumah milik warga mengalami kerusakan.

Juara News, Bandung Barat – Proyek PLTA Upper Cisokan yang pengerjaannya oleh PLN mengakibatkan puluhan rumah milik warga mengalami kerusakan.

Kerusakan milik warga, diakibatkan oleh karena PLN menggunakan bahan peledak untuk melakukan eksplorasi batuan andesit.

Berdasarkan informasi dari salah satu tokoh masyarakat setempat Asep Wahyudin 55 tahun mengatakan, beberapa dinding rumah milik warga Cisokan mengalami retak. Bahkan ada juga yang atapnya runtuh

Selain itu ada juga rumah warga yang ambruk. Warga sekitar juga mengalami trauma dan ketakutan akibat bunyi suara ledakan tersebut.

‘’Suara ledakan berada pada kawasan Gunung Karang  dan sudah berlangsung sejak April 2025,’’ ucap Asep.

Menurut warga, PLN sedang melakukan aktivitas pembangunan proyek PLTA Upper Cisokan.

Akibat dari ledakan tersebut, warga sekitar merasa sangat terganggu dan mengalami kerugian. Bahkan, polusi debu banyak yang mengotori rumah warga.

Dua Desa Merasakan Getaran Ledakan

Terdapat dua desa yang kena dampak akibat suara ledakan tersebut. Yaitu, Desa Karangsari dan Sarinagen, Kecamatan Cipongkor.

Asep menuturkan, warga desa sudah sangat kesal dengan suara ledakan tersebut. Bahkan banyak warga yang mengaku sudah tidak betah lagi tinggal.

‘’Warga mengalami ketakutan ketika dengan suara ledakan yang sangat keras,’’ ujarnya.

Menurut Asep, ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan. Bahkan ada bangunan permanen milik warga ambruk.

Getaran tanah akibat ledakan tersebut lumayan kencang jika ada suara ledakan. Sehingga sangat khawatir tebing-tebing yang ada dekat rumah warga longsor.

Dampak blasting menyebabkan rumah warga rusak. Dan kalau tidak segera dihentikan khawatir banyak rumah warga mengalami hal yang sama.

PLN sendiri mengklaim jara pusat ledakan dan rumah warga terbilang aman dengan radius 500 meter. Tetapi pada kenyataannya banyak rumah warga rusak.

‘’Kalau ada ledakan pasti ada genting rumah yang aikut runtuh,’’ cetus Asep.

Sementara itu, Kepala Desa Karangsari Ade Bactiar sudah menanggapi keluhan warga itu. Namun pihaknya belum mendata rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan dari proyek PLN itu.

Pihak pemerintah desa sudah melakukan koordinasi dengan PLN dan langsung merasakan getaran akibat dari ledakan itu.

Penggunaan bahan peledak untuk membelah bebatuan Gunung Karang. Namun dampaknya merusak bangunan permanen warga.

“Untuk informasi sementara ada banyak rumah warga di dua desa yang mengalami kerusakan,’’ ucap Ade.

‘’Rumah warga Desa Karangsari rinciannya ada 7 RT di 3 RW. Sementara Desa Sarinagen ada 2 RW,” tutup Ade. (edt).