banner 500x188

Yusuf Ridwan Resmi Gantikan Dedi Damhudi, DPRD Jabar Harap Suara Rakyat Makin Terwakili

Kursi kosong di DPRD Jawa Barat akhirnya terisi. Setelah hampir tiga bulan lowong, Yusuf Ridwan resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jabar.
Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar Zaini Shofari (foto:ist)

JuaraNews, Bandung – Kursi kosong di DPRD Jawa Barat akhirnya terisi. Setelah hampir tiga bulan lowong, Yusuf Ridwan resmi dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Yusuf Ridwan akhirnya resmi menggantikan almarhum Dedi Damhudi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Komisi I.

Pelantikan Yusuf Ridwan sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dilakukan secara resmi melalui sidang paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (18/7/2025).

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Godok Raperda RPJMD, Isu Layanan Dasar Harus Akomodir

Kehadiran Yusuf Ridwan disambut baik oleh rekan-rekannya di DPRD Jabar. Salah satunya datang dari Zaini Shofari, anggota Komisi V DPRD Jabar.

Ia menyatakan bahwa pengisian kekosongan ini penting untuk menguatkan peran PPP dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah hampir tiga bulan kekosongan, kini terisi kembali. Dengan begitu, sinergitas PPP dalam menyuarakan aspirasi masyarakat akan semakin kuat,” ujar Zaini di Gedung DPRD Jabar.

Menurut Zaini, Yusuf bukan sosok baru dalam dunia legislatif. Ia telah empat kali menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, yang membuatnya diyakini akan lebih cepat beradaptasi dengan ritme kerja DPRD provinsi.

Baca Juga: RPJMD Jabar 2025-2029 Resmi Disahkan, Prioritaskan Pemerataan Pembangunan

Fokus Isu Krusial di Sukabumi

Usai pelantikan, Yusuf Ridwan menyatakan kesiapannya untuk mendalami terlebih dahulu isu-isu strategis yang menjadi lingkup kerja Komisi I.

Meski masih dalam tahap penyesuaian, Yusuf menunjukkan perhatian khusus terhadap sejumlah persoalan di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten dan Kota Sukabumi.

“Yang jelas kami masih meraba-raba dan menganalisa terlebih dahulu. Sebagaimana ajaran agama, sebelum terjun lebih dalam, kita harus memahami dan menganalisis keadaan,” ungkap Yusuf.

Ia menyoroti alih fungsi gunung, kerusakan sungai, dan sejumlah isu lingkungan sebagai prioritas utama. Persoalan-persoalan ini disebutnya sebagai warisan perjuangan almarhum Dedi Damhudi, yang juga menjadi perhatian utama Komisi I.

Baca Juga: Setwan DPRD Jabar & Wartawan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pemberitaan

Selaras dengan Program Jabar Istimewa

Yusuf juga mengaitkan persoalan lingkungan di Sukabumi dengan program “Jabar Istimewa” yang pernah digaungkan Gubernur Jawa Barat.

Dalam program tersebut, Sukabumi disebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

“Apa yang disampaikan dalam program ‘Jabar Istimewa’ itu memang nyata di lapangan. Maka sudah seharusnya kami memprioritaskan isu-isu ini,” tegas Yusuf. (dsp)