banner 500x188

Pemprov Jabar Kucurkan Hibah Rp 19,2 Miliar untuk Petugas Haji

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat ( Pemprov Jabar ) kucuran dana hibah untuk petugas haji sebesar Rp 19,2 miliar untuk Kemenag wilayah Jabar.
Pemerintahan Provinsi Jawa Barat ( Pemprov Jabar ) kucuran dana hibah untuk petugas haji sebesar Rp 19,2 miliar untuk Kemenag wilayah Jabar.

JUARANEWS – Pemerintahan Provinsi Jawa Barat ( Pemprov Jabar ) kucuran dana hibah untuk petugas haji sebesar Rp 19,2 miliar kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Jabar.

Dana hibah tersebut diberikan seiring dengan mencuatnya isu penghapusan kucuran bantuan untuk pesantren di Jawa Barat pada pergeseran APBD 2025.

BACA JUGA: Pimpinan Ponpes Dilaporkan ke Polisi, Diduga Nilep Biaya Pemberangkatan Haji!

Berdasarkan dokumen Pergub No 12 tahun 2025 tentang penjabaran APBD, dana sebesar itu diberikan untuk alokasi keperluan petugas haji pada tahun ini.

Ketika dikonfirmasi, Kakanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam mengatakan, bantuan dana tersebut akan digunakan untuk petugas haji daerah di Jawa Barat.

BACA JUGA: Polda Jabar Usut Penggelapan Dana Hibah di Tasikmalaya

‘’Petugas haji di Jawa Barat berjumlah 171 orang asal Jawa Barat,” kata dia dikutip (11/05/2025)

Menurutnya, para petugas itu meliputi tenaga kesehatan, pelayanan dan pembimbing ibadah haji dan pendamping,

Alokasi anggaran ini bukan diperuntukan kebutuhan pembangunan sarana asrama ibadah haji di Indramayu.

“Kalau itu, anggarannya beda (dengan pembangunan Asrama Haji.red),” cetus Ajam.

BACA JUGA: Koperasi Desa Merah Putih Dapat Kucuran Modal Rp 3 – 5 Miliar!

Sementara itu, sebelumnnya, Jawa Barat akan memberangkatkan 38.625 calon jemaah haji pada tahun ini.  Dalam persiapan sudah dimatangkan dengan maksimal.

Pemberangkatan alkan terbagi ke dalam 28 kloter yang diberangkatkan melalui BIJB Kertajati dan 60 kloter dari Bekasi.

Untuk asrama haji, sudah siap 100 persen menampung jemaah. Termasuk ketersedian sarana air besih sudah ditangani.

BACA JUGA: Tampang Begal Sadis Bacok Perempuan di Lengkong Bandung

Di sisi lain, Anggota Komisi VII DPR RI Maman Imanulhaq mengatakan nahwa masalah sertifikasi tenaga medis harus menjadi perhatian serius.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi memberikan syarat khusus untuk petugas tenga medis yang sudah memiliki sertifikasi khusus.

BACA JUGA: Jawa Barat jadi Pengguna Judi Online Tertinggi di 2025!

Selain itu, jumlah petugas medis untuk melayani jemaah juga harus ditambah. Sebab, kondisi cuaca di arab saudi sedang terjadi musim panas.

‘’Ini harus diantisipasi dengan ketersediaan tenaga kesehatan karena berdasarkan pengalaman banyak jemaah yang mengalami jatuh sakit,’’ ujar Maman. (edt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *