banner 500x188

Campus League Badminton Regional Bandung Cetak Para Jawara Individu

Campus League Badminton Regional Bandung menjadi arena persaingan sengit 23 perguruan tinggi dari berbagai kota.
Maria Veronica Ngadien Prawesti dari Universitas Padjadjaran menjuarai Tunggal Putri Campus League Badminton Regional Bandung. Di final, Rabu (16/9/2026), ia mengalahkan Alya Zafira dari Universitas Gunadarma dengan skor 15-9, 15-12.

JuaraNews, Bandung – Campus League Badminton Regional Bandung menjadi arena persaingan 23 perguruan tinggi dari berbagai kota. Para student-athlete saling menguji kemampuan dan strategi yang berlangsung di GOR Bandung, Jawa Barat, 15-18 September 2026.

Tak hanya mempertemukan pemain-pemain muda dari berbagai kampus, Campus League Badminton Regional Bandung juga menghadirkan format pertandingan yang menarik. Salah satunya nomor 3v3 yang diadaptasi dari format latihan para atlet profesional.

Turnamen ini diikuti student-athlete dari Bandung, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi hingga Cimahi. Pada kategori individu, terdapat enam nomor yang dipertandingkan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan 3v3.

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengaku bangga sekaligus bersyukur atas sambutan masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya terhadap penyelenggaraan Campus League Badminton Regional Bandung.

Menurut Dave, nomor 3v3 menjadi salah satu daya tarik karena memberikan ruang bagi student-athlete yang belum sepenuhnya percaya diri dengan kemampuan mereka, tetapi memiliki keinginan untuk merasakan atmosfer kompetisi.

“Jadi secara jam terbang dan kerja sama tim, 3 versus 3 tak kalah seru. Ke depan Campus League bakal tetap ada nomor ini atau enggak? Pasti ada. Selama 30 tahun ke depan, format kompetisi badminton Campus League akan seperti ini (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, 3v3),” kata Dave.

Baca Juga: Campus League Resmi Diluncurkan, Buka Era Baru Pembinaan Atlet Mahasiswa

Campus League musim perdana juga menerapkan sistem skor terbaru yang diperkenalkan Badminton World Federation (BWF).

Untuk kategori perseorangan, pertandingan menggunakan format best of three games hingga 15 poin atau 15×3. Sementara kategori beregu menggunakan sistem skor kumulatif 55 poin sesuai regulasi terbaru BWF.

Dave mengatakan Campus League telah mendapat persetujuan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk menggunakan sistem 15 poin sebagai bagian dari sosialisasi.

“Secara pertandingan lebih cepat, seru, dan menarik. Kami telah bertanya ke sejumlah student-athlete. Mereka mengaku lebih suka poin 15 sebagai pemanasan untuk menjadi atlet profesional,” ujarnya.

Baca Juga: Rivalitas Panas Warnai Semifinal Campus League 2026 Regional Bandung, Maranatha dan ITHB Melaju ke Final

Agnia Sri Rahayu, Rangga Arda Rheta, dan Deandra Ikhsan Gunawan dari STKIP Pasundan Cimahi sukses merebut gelar juara 3×3 Campus League Badminton Regional Bandung setelah mengalahkan Universitas Gunadarma 15-10, 15-5 di GOR Bandung, Rabu (16/9/2026).

Komunikasi Jadi Kunci di Nomor 3v3

Keseruan nomor 3v3 salah satunya terlihat saat tim STKIP Pasundan Cimahi yang diperkuat Agnia Sri Rahayu, Rangga Arda Rheta, dan Deandra Ikhsan Gunawan berhadapan dengan trio Universitas Gunadarma, Alya Zafira, Muhammad Irsya Mubarok, serta Ardha Tanu Widarma.

Trio Agnia-Rangga-Deandra akhirnya menyudahi perlawanan tim Gunadarma dalam dua gim langsung, 15-10 dan 15-5.

Rangga mengungkapkan, komunikasi menjadi tantangan terbesar dalam pertandingan 3v3. Setiap pemain memiliki pemikiran berbeda sehingga diperlukan salah satu personel yang mampu mengambil peran sebagai pemimpin ketika pertandingan berlangsung.

Agnia membenarkan hal tersebut. Menurutnya, gim pertama menjadi tantangan tersendiri karena tim harus lebih dulu membaca kekuatan lawan.

“Di babak awal, kami membaca peta kekuatan lawan. Kami mengincar yang lemah, pastinya. Sementara kami bertiga harus lebih pintar menutupi kelemahan satu sama lain,” tuturnya.

Baca Juga: Milanisti Sumedang & STKIP Pasundan Tampil Perkasa di SuperSoccer Euro Futsal Championship

Rangga menilai tim Gunadarma memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Namun, menurutnya, terdapat pola permainan yang menjadi keuntungan bagi timnya.

“Kami melihat Tim Gunadarma kuat. Cuma ada teknik permainan kami yang mereka mungkin kurang suka. Misalnya, main satu-satu atau individual,” kata Rangga.

Deandra pun memberikan apresiasi terhadap permainan Alya, Muhammad, dan Ardha. Menurutnya, tim Gunadarma memiliki tempo permainan cepat, kuat, sekaligus solid.

Persaingan ketat juga terjadi pada nomor tunggal putri. Unggulan kedua Maria Veronica Ngadien Prawesti dari Universitas Padjadjaran berhasil menundukkan wakil Universitas Gunadarma, Alya Zafira, dalam dua gim langsung dengan skor 15-9 dan 15-12.

Maria mengakui gim kedua berlangsung lebih menegangkan. Alya beberapa kali mampu menyamakan kedudukan, mulai 2-2, 4-4 hingga 6-6. Alya juga terus memberikan tekanan dengan menjaga jarak skor tetap tipis, seperti 9-10, 10-11 hingga 12-13.

“Babak kedua lebih struggling karena serangan saya banyak mati sendiri. Tegang juga sehingga kejar-kejaran skor dengan Alya Zafira terasa lebih ketat,” ujar Maria.

Baca Juga: Transparansi SPMB Disorot, Ratnawati Nilai Kisruh Disdik Jabar Dipicu Perubahan Skor dan Minimnya Sosialisasi

Maria mengapresiasi penyelenggaraan Campus League Badminton yang dinilainya mampu menjadi wadah bagi student-athlete dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan dan bakat.

“Bagus, Campus League Badminton menjadi wadah bagi student-athlete di berbagai kota di Indonesia untuk menunjukkan bakat mereka,” katanya.

Pada nomor tunggal putra, Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, menunjukkan performa stabil.

Pada semifinal, Nopriansyah menundukkan unggulan keempat Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat dari Universitas Trisakti Jakarta dengan skor 15-12 dan 15-9.

Nopriansyah kemudian melaju ke final dan kembali tampil solid. Dia mengalahkan unggulan ketiga Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 15-12 dan 16-14.

Pada nomor ganda putra, pasangan Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami dari Universitas Trisakti Jakarta harus mengakui keunggulan Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus dari Universitas Komputer Indonesia, dengan skor 10-15 dan 15-17 untuk kemenangan Fajar/Ridho.

Baca Juga: NPCI Kota Bandung Sambut Kunjungan Muara Enim, Jadi Momentum Uji Coba Jelang Peparda 

Sementara pada ganda putri, pasangan Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti dari Universitas Budi Luhur Jakarta berhasil menghentikan langkah Shafa Alya Ramadhani/Aura Zalfa Syafiya dengan skor 15-13 dan 15-10.

Pada nomor ganda campuran, pasangan Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta menundukkan wakil Universitas Budi Luhur Jakarta, Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia dengan skor 15-13 dan 15-10.

Kategori Beregu Berlanjut 17-18 September

Setelah kategori individu yang berlangsung pada 15 dan 16 September rampung, Campus League Badminton Regional Bandung berlanjut ke kategori beregu pada 17 dan 18 September.

Dave mengatakan penggunaan sistem skor kumulatif 55 poin dalam kategori beregu akan menghadirkan dinamika berbeda. Keunggulan sebuah tim pada pertandingan awal belum otomatis memastikan kemenangan hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai.

“Ini lebih menarik karena menang di set pertama dan kedua, tidak menjamin sebuah tim bisa unggul sampai akhir. Itu tergantung strategi pelatih dalam menempatkan pemain penentu,” ujarnya.

Baca Juga: Campus League Badminton Regional Semarang Tuntas, Juara Baru Siap Unjuk Gigi di Bandung

Dave menambahkan, penerapan sistem tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemain dan perangkat pertandingan untuk semakin terbiasa dengan regulasi baru.

“Kami juga ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan yang terlibat turnamen ini lebih familier. Makin terbiasa tentu akan makin baik,” katanya.

Dalam Campus League Badminton Regional Bandung, Bandung diwakili student-athlete dari ITB, Politeknik Negeri Bandung, STIE STAN Indonesia Mandiri, Telkom University, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Widyatama, dan Universitas Katolik Parahyangan.

Sementara Jakarta diwakili Budi Luhur University, Institut Kesehatan Hermina, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bhayangkara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Esa Unggul, Universitas Pertamina, dan Universitas Trisakti.

Selain itu, turut ambil bagian student-athlete dari Universitas Gunadarma Depok, Universitas Ibn Khaldun Bogor, President University Bekasi, serta STKIP Pasundan Cimahi.

Kehadiran 23 kampus tersebut membuat Campus League Badminton Regional Bandung menjadi panggung bagi para student-athlete untuk menambah pengalaman bertanding, membangun kerja sama tim, dan menunjukkan kemampuan terbaik di arena kompetisi. (dsp)