banner 500x188

Menuju Kursi Ketum KONI Jabar, Epriyanto Ungkap Dukungan 25 Pemilik Suara

Ketua terpilih DPD PERBASI Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri. (foto: juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mulai memasuki tahap baru, setelah persyaratan bakal calon ditetapkan dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Jawa Barat, Minggu (30/8/2026).

Raker yang digelar di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera, Kota Bandung, tersebut diikuti perwakilan cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, serta badan fungsional yang memiliki hak suara.

Keputusan penting dalam forum tersebut di antaranya yakni penetapan persyaratan bagi bakal calon Ketua Umum KONI Jabar, di antaranya setiap bakal calon wajib mendapatkan dukungan sedikitnya 25 persen pemilik suara atau sekitar 25 suara.

Salah satu nama yang sebelumnya telah muncul dalam bursa calon Ketua KONI Jawa Barat yakni Epriyanto Kasmuri.

Baca Juga: KONI Jabar Gelar Rakerprov, Bahas Musorprov hingga Persiapan Porprov

Terkait persyaratan yang telah ditetapkan melalui Raker, Epriyanto mengaku optimistis dapat memenuhi seluruh ketentuan untuk maju dalam kontestasi tersebut.

“Dari syarat yang ditentukan KONI pada Raker kemarin, insya Allah saya memenuhi syarat,” kata Epriyanto.

Keyakinan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, karena ia juga telah komunikasi dengan sejumlah pemilik suara.

Menurutnya, sekitar 25 pemilik suara siap memberikan dukungan secara tertulis. Dukungan tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk dapat maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat.

Baca Juga: Porprov Jabar 2026 Siap Digelar, Musorprov KONI Jabar Jadi Agenda Berikutnya

“Untuk dukungan minimal 25 suara, insya Allah ada sekitar 25 pemilik suara yang siap memberikan dukungan tertulis,” ungkapnya.

Jika dukungan tersebut benar-benar dituangkan dalam bentuk tertulis, maka Epriyanto berpotensi menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum KONI Jabar.

Tanggapan Soal Nama di Kantong Gubernur Jabar

Ketua terpilih DPD Perbasi Jabar Epriyanto Kasmuri bersama Pengcab. (foto: dok Epriyanto Kasmuri)
Ketua terpilih DPD Perbasi Jabar Epriyanto Kasmuri bersama Pengcab. (foto: dok Epriyanto Kasmuri)

Persaingan menuju kursi Ketua KONI Jawa Barat semakin menarik, lantara muncul isu mengenai adanya nama bakal calon yang disebut telah berada di “kantong” Gubernur Jawa Barat.

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat. Hanya saja, sampai saat ini identitas sosok yang dimaksud tersebut belum diketahui secara pasti.

Terkait hal tersebut, Epriyanto memilih untuk tidak berspekulasi. Ia menyerahkan persoalan itu kepada pihak yang pertama kali menyampaikan pernyataan.

“Untuk nama yang ada di kantong Gubernur, silakan tanya kepada yang memberikan pernyataan. Saya kurang tahu akan hal itu,” ucap Epriyanto.

Epriyanto menilai, proses pencalonan Ketua KONI Jawa Barat seharusnya tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan aturan yang telah ditetapkan.

Pentingnya Porprov dan Target Jabar di PON 2028

Pada kesempatan ini Epriyanto mengingatkan bahwa kontestasi kepemimpinan bukan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian.

Ia menilai, pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga Jawa Barat harus tetap menjadi fokus utama. Salah satu momentum penting untuk mewujudkan hal tersebut adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

Porprov menurutnya dapat menjadi ajang untuk mengukur perkembangan olahraga sekaligus menemukan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Barat di tingkat nasional.

Hal ini sangat penting, karena Jawa Barat memiliki catatan prestasi sebagai juara umum PON selama tiga edisi berturut-turut.

“Porprov harus terselenggara dengan baik. Ini menjadi momentum untuk menentukan atlet-atlet berkualitas yang nantinya bisa diproyeksikan untuk Jawa Barat, tentunya tidak hanya bagi cabor yang saya bidangi yaitu Bola Basket, melainkan seluruh cabor yang dilombakan,” katanya.

Menurut Epriyanto, mempertahankan dominasi Jawa Barat di tingkat nasional tidak cukup hanya mengandalkan atlet-atlet yang telah memiliki prestasi. Namun, regenerasi serta pencarian talenta baru harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Dengan demikian, Porprov tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju target yang lebih besar.

Epriyanto juga menegaskan, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI Jawa Barat harus mampu membawa organisasi tidak sekadar berkutat pada persoalan kontestasi kepemimpinan.

Kepemimpinan KONI Jabar ke depan diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang benar-benar berdampak terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Meski bursa calon Ketua Umum KONI Jawa Barat mulai memanas, Epriyanto menegaskan agenda utama untuk menjaga supremasi olahraga Jawa Barat di tingkat nasional tetap harus menjadi prioritas.