banner 500x188

13.386 Mahasiswa Baru UPI Donasikan Pohon untuk Penghijauan Kampus

13.386 Mahasiswa Baru UPI Donasikan Pohon untuk Penghijauan Kampus
Rektor UPI Prof Didi Sukyadi saat penanaman pohon dari mahasiswa baru di halaman depan Gymnasium UPI, Rabu (19/8/2026). (Foto:Bas)

JuaraNews, Bandung – Sebanyak 13.386 mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut ambil bagian dalam aksi penghijauan kampus melalui program donasi pohon. Setiap mahasiswa mendonasikan satu batang pohon sebagai bagian dari rangkaian Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) UPI 2026.

Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi mengatakan, gerakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperbanyak area hijau sekaligus menciptakan suasana kampus yang lebih sejuk. Pasalnya, masih terdapat sejumlah lahan kosong yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk ditanami pohon.

“Satu mahasiswa baru kita minta untuk mendonasikan satu batang pohon. Insyaallah kita mengumpulkan sekitar 13 ribu bibit pohon tanaman keras,” ujarnya, usai penanaman pohon di halaman depan Gymnasium UPI, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:Eiger Tanam 1,8 Juta Pohon untuk Pulihkan Lahan Kritis di Puncak Bogor

Saat ini, ribuan bibit pohon hasil donasi mahasiswa tersebut telah dikumpulkan dan ditempatkan di sekitar area gedung asrama kampus. Bibit-bibit itu dirawat dan disiram secara rutin hingga tiba waktu penanaman.

UPI berencana melakukan penanaman secara massal ketika musim penghujan tiba agar tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman lebih optimal.

Prof Didi menuturkan, program penghijauan ini tidak sebatas untuk meningkatkan penyerapan karbon dan ketersediaan oksigen. Keberadaan pepohonan juga diharapkan mampu mendukung pemulihan ekosistem serta menyediakan habitat bagi fauna yang hidup di lingkungan kampus.

“Kampus kita ini ruangnya terbatas, tetapi masih banyak lahan yang perlu ditanami agar udara makin sejuk dan tidak panas. Selain menjadi sarana mahasiswa untuk bersantai, ini juga menjadi upaya kita menyediakan habitat bagi fauna seperti burung,” jelasnya.

Baca Juga:Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Menhut Tekankan Kolaborasi untuk Pemulihan Lahan Kritis

Menurut Prof Didi, proses pengumpulan pohon pada tahun ketiga pelaksanaan program tersebut berlangsung lebih efektif dibandingkan sebelumnya. Sistem pengumpulan dan sosialisasi yang lebih matang membuat mahasiswa baru dapat menyalurkan bibit melalui berbagai cara.

Sebagian mahasiswa membawa pohon secara langsung, sementara lainnya memanfaatkan layanan pengiriman ojek daring untuk mengirimkan donasi ke kampus.

“Ini tahun ketiga saya berusaha menjalankan program ini, dan tahun ini yang paling sukses. Perencanaannya lebih matang dan sosialisasi ke mahasiswa baru maupun panitia senior berjalan sangat baik (smooth),” ungkapnya.

Selain melibatkan mahasiswa baru, gerakan penghijauan tersebut turut memanfaatkan hasil riset dan inovasi dari sivitas akademika UPI. Bibit pohon yang ditanam akan mendapatkan dukungan pupuk organik yang berasal dari pengolahan kompos Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), serta penelitian lahan di Bumi Siliwangi/Sariwangi.

“Pupuk organik ini dibuat oleh teman-teman FPOK dari hasil composting. Sudah diuji coba dan hasilnya sangat bagus untuk menyuburkan tanaman. Ke depan, pupuk hasil riset ini juga berpotensi dikomersialkan untuk masyarakat luas,” terangnya.

Baca Juga:Warga Keberatan Dengan Gerakan Donasi Rp1.000 Per Hari dari Gubernur Dedi

Prof Didi menambahkan, apabila seluruh kebutuhan penghijauan di lingkungan kampus telah terpenuhi, bibit pohon yang tersisa tidak akan dibiarkan menumpuk. UPI akan menyalurkannya kepada masyarakat dan berbagai pihak yang membutuhkan.

Bibit tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun bakti sosial. Selain itu, UPI juga membuka peluang mendonasikan bibit kepada Pemerintah Kota Bandung dan instansi lainnya untuk mendukung program penghijauan.

“Ini kewajiban kita untuk mewariskan bumi yang lebih baik dan mengurangi dampak pemanasan global. Salah satu langkah konkrit yang bisa kita lakukan adalah dengan terus menanam pohon,” pungkasnya. (*)