JuaraNews, Bandung – Sebanyak 1.096 pebulutangkis dari 214 klub di Indonesia akan bersaing memperebutkan gelar juara dan poin nasional pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026.
Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) A ini digelar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai salah satu panggung penting pembinaan atlet bulutangkis nasional.
Dalam pelaksanaannya, Pengprov PBSI Jawa Barat dipercaya menjadi penyelenggara “HYDROPLUS Sirkuit Nasional A” yang digelar 28 September hingga 3 Oktober 2026 di GOR KONI, Jalan Jakarta dan GOR Padjajaran, Kota Bandung.
Ketua Panitia HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026, Bariza Sulfi, menuturkan kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian Sirkuit Nasional 2026 dan mempertemukan atlet-atlet dari berbagai klub serta daerah di Indonesia.
Baca Juga: Tekuk BINUS, UNS Surakarta Berjaya di Campus League Badminton 2026
Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan mengumpulkan poin nasional.
Sirnas A di Kota Bandung merupakan penyelenggaraan kelima setelah sebelumnya digelar di Surabaya (Jawa Timur), Kudus (Jawa Tengah), Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bariza yang juga Wakil Ketua III Pengprov PBSI Jabar ini menuturkan, seluruh persiapan penyelenggaraan telah dilakukan untuk memastikan turnamen berjalan dengan baik.
“Jawa Barat siap menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional A. Kami ingin memastikan seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari venue, pertandingan, layanan atlet, hingga keamanan dan kesehatan, dapat berjalan secara optimal,” ucapnya.
Baca Juga: Tampil Perkasa, UNS Solo Sabet Dua Gelar Juara The Nationals 2026
“Yang paling penting, para atlet dapat bertanding dengan nyaman dan memberikan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.
Dalam Sirnas A Jawa Barat atlet akan bersaing dalam lima nomor pertandingan yakni: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran dalam lima kelompok pemain: remaja, taruna, dan dewasa.
Peserta dalam Sirnas A ini akan memperebutkan gelar juara dan hadiah total sebesar Rp587.000.000, selain itu mereka juga akan berkompetisi untuk mendapatkan poin nasional.
Format Skor 15×3
Sirnas A Jawa Barat 2026 juga menghadirkan format pertandingan baru. Para pemain akan bertanding menggunakan sistem 15 poin dalam tiga gim atau 15×3 sesuai ketentuan yang berlaku.
Format ini telah diujicobakan sebelumnya pada pelaksanaan Sirnas A DIY 2026 dan mendapatkan respon positif para peserta.
Sekretaris Panitia, Nandang Roekanda, menuturkan panitia telah menyiapkan dukungan teknis pertandingan, termasuk tenaga medis, keamanan, perangkat pertandingan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
“Dari sisi teknis, seluruh perangkat pendukung pertandingan sudah kami persiapkan. Kami ingin Sirnas A Jawa Barat tidak hanya kompetitif di lapangan, tetapi juga memberikan standar penyelenggaraan yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Jawa Barat, Akhmad Wiyagus, mengatakan penyelenggaraan Sirnas A memiliki arti penting bagi kesinambungan pembinaan atlet di Jawa Barat.
“Jawa Barat memiliki tradisi panjang dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi. Sirnas menjadi salah satu mata rantai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan tersebut,” ungkapnya.
“Kami ingin potensi atlet-atlet Jawa Barat terus berkembang dan memiliki kesempatan bersaing di level nasional,” ujarnya.
Jawa Barat sendiri banyak melahirkan nama-nama besar legenda bulutangkis di antaranya Susi Susanti dan Taufik Hidayat. Serta belakangan juga muncul Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian.
Pihaknya yakin akan banyak lagi calon bintang yang lahir dari Jawa Barat. Melimpahnya potensi atlet muda di berbagai pelosok daerah menjadi modal berharga yang tak pernah habis.
“Lewat pembinaan berejenjang yang terus ditingkatkan oleh klub-klub lokal dan Pengprov PBSI Jawa Barat, baik dari segi fasilitas, metode pelatihan, hingga pembentukan mental bertanding bibit-bibit berbakat ini ditempa secara konsisten,” ungkapnya.
Sinergi antara tradisi kuat, potensi melimpah, dan komitmen pembinaan yang berkelanjutan ini menurutnya menjadi jaminan bahwa Jawa Barat siap melahirkan bintang-bintang baru kelas dunia yang akan melanjutkan estafet prestasi bulu tangkis Indonesia di masa depan.
“Kompetisi seperti Sirnas sangat penting karena atlet membutuhkan panggung untuk bertanding dan berkembang. Dari kompetisi seperti inilah kita bisa melihat potensi-potensi baru yang ke depan diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan bulutangkis Indonesia,” jelasnya.
Panitia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk menyaksikan langsung pertandingan dan memberikan dukungan kepada para pebulutangkis Indonesia.







