JuaraNews, Bandung – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai melakukan pelatihan guru Bahasa Inggris. Pelatihan dilakukan seiring bakal terapkan nya Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027.
Peluncuran Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) di Kantor BBGTK Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Atip Latipulhayat mengatakan Bahasa Inggris jadi mapel wajib akan berjalan secara berharap, pada tahun depan akan dimulai dari SD kelas 3.
Baca Juga:Bahasa Inggris Akan Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Dasar
“Ini akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2027 yang pengajarannya dilaksanakan mulai kelas 3 SD,” kata Atip kepada wartawan.
Menurutnya, rendahnya tingkat kemahiran Bahasa Inggris siswa Indonesia menjadi alasan utama pemerintah mempercepat program tersebut.
“Ini salah satu jawaban dari keadaan sampai saat ini ranking kemahiran berbahasa Inggris anak didik kita dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan khusus di ASEAN masih belum menggembirakan,” ujarnya.
Ia menegaskan pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi hanya berfokus pada teori atau sekadar mata pelajaran, tetapi harus diarahkan menjadi alat komunikasi aktif bagi siswa sejak usia dini.
Baca Juga:Wajib Belajar 13 Tahun, Guru PAUD dan SD Harus Sarjana
“Jangan berhenti hanya sebagai mata pelajaran tapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi bahasa ini,” katanya.
Karena itu, pemerintah meminta para guru mulai menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas, meski dilakukan secara bertahap dan sederhana.
“Tidak apa-apa salah, satu dua tiga, all beginning is difficult pada awalnya. Tapi lama-kelamaan karena sudah dibiasakan maka akan menjadi sesuatu yang melekat,” kata Atip.
Program pelatihan guru Bahasa Inggris tersebut mulai dijalankan secara bertahap sejak 2026 melalui skema percontohan atau piloting. Pemerintah menargetkan seluruh SD di Indonesia siap menerapkan pelajaran wajib Bahasa Inggris pada 2029.
Saat ini, pelatihan difokuskan kepada guru kelas SD yang mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Baca Juga:Dukung UMKM dan Ekraf, Ratnawati Tekankan Pengawasan Efektif Program Pemerintah Daerah
Menurut Atip, target pelatihan tahap awal belum mengarah pada standar kemampuan tinggi, melainkan memastikan guru mampu mengajarkan percakapan dasar, mendengar, membaca, dan menulis sederhana untuk siswa kelas 3 SD.
“Pelatihan yang kita berikan sekarang adalah mereka mampu mengajar bahasa ini secara sederhana. Jadi berbicara, mendengar dan menulis bahasa Inggris secara sederhana untuk anak-anak kelas 3 SD,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan kemampuan Bahasa Inggris tingkat dasar siswa SD nantinya mencapai level A2 pada 2029 sesuai standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Sementara itu, program peningkatan kompetensi Bahasa Inggris untuk guru SMP hingga SMA juga akan dilakukan setelah pelatihan guru SD berjalan optimal.
“Atau nanti setelah kita selesai untuk SD kita akan terus melakukan program ini untuk guru-guru SMP, SMA, SMK,” tandasnya. (*)







