banner 500x188

Temui Masyarakat Cianjur, Menteri BKKBN Pastikan Distribusi MBG 3B Berjalan Lancar

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026).
Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026). (foto: istimewa)

JuaraNews, Cianjur – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026).

Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi program Makanan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD berjalan optimal. Sekaligus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Dalam kunjungan tersebut, Wihaji menegaskan pentingnya memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cianjur mendistribusikan MBG 3B secara merata kepada masyarakat.

“Hari ini saya fokus memastikan distribusi MBG 3B berjalan dengan baik. Di Cianjur saat ini baru sekitar 72 persen dari total SPPG yang sudah memberikan layanan. Artinya masih ada lebih dari 20 persen SPPG yang belum mendistribusikan MBG 3B,” ujar Wihaji.

Baca JugaAngka Cerai dan Kekerasan Anak di Jabar Meningkat, Komisi V dan IPB Rumuskan Kebijakan Keluarga Baru

Ia meminta jajaran terkait segera melakukan pengecekan terhadap SPPG yang belum menyalurkan MBG 3B agar distribusi dapat segera dilaksanakan secara menyeluruh. “Saya minta nanti dicek Pak Kaper SPPG mana yang belum mendistribusikan MBG 3B. InsyaAllah tidak ada masalah, hanya tinggal menunggu waktu saja,” jelas Wihaji.

Menurut Wihaji, program MBG 3B memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan keluarga. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam negara yang menjadi fondasi keberhasilan pembangunan nasional. “Kalau ingin memperbaiki negara, maka perbaiki dulu keluarganya. Dalam bidang apa pun, jika pembangunan ingin berhasil, keluarga harus menjadi titik awal perbaikan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan peran penting TPK, khususnya para ibu, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan keluarga dan pencegahan stunting. “Mulainya dari para ibu di Tim Pendamping Keluarga yang memberikan edukasi, minimal kepada diri sendiri. Karena masyarakat Indonesia lebih suka melihat contoh daripada sekadar di  perintah,” ujar Wihaji.

Baca JugaDeklarasi Jawa Barat Istimewa Sukseskan Pembangunan KB

 

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026).
Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menyerahkan bantuan nutrisi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada warga Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026). (foto: istimewa)

Angka Stunting di Cianjur Turun Signifikan

Selain menghadiri kegiatan temu TPK di Aula Lautan Berlian, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Wihaji juga mengunjungi SPPG Cipanas Sindangjaya 5 untuk melihat langsung proses pengelolaan dan produksi MBG 3B. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) sekaligus menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta bantuan nutrisi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Selain didampingi beberapa stafsus menteri, Deputi KSPK, Direktur Balnak, serta Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi, pada kunjungan kerja kali ini juga turut di hadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Kepala DPPKBP3A Cianjur beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur lainnya.

Baca JugaFraksi PSI Usulkan Pembahasan Raperda DGPK Harus Komperhensip

Pemkab Cianjur menyampaikan bahwa total anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari pemerintah pusat mencapai Rp16,13 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp12,59 miliar di alokasikan untuk operasional 5.724 TPK. Pemkab Cianjur juga melaporkan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting.

Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Cianjur tercatat sebesar 33,7 persen, dan terus menurun hingga mencapai 7,3 persen pada 2025. Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah di Jabar. Selain itu, jumlah keluarga berisiko stunting di Cianjur juga mengalami penurunan signifikan, dari 394.751 keluarga pada 2021 menjadi 104.867 keluarga pada 2024.

Pemkab Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program Bangga Kencana serta memperkuat pendampingan kepada keluarga berisiko stunting. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan temu TPK di Cianjur di hadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas TPK, Penyuluh Keluarga Berencana, serta lulusan Sekolah Lansia. (den)