JuaraNews, Bandung – DPD Partai Demokrat Jabar menggelar Pendidikan Politik: Peningkatan Kapasitas Anggota Fraksi Partai Demokrat se-Jawa Barat di El Hotel Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, selama 2 hari pada Senin-Selasa (24-25/8/2026).
Dikpol kali ini mengangkat tema ‘Membedah Survei Jabar Terkini, Guna Menyiapkan Strategi Pemenangan Pemilu 2029’.
Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan, dikpol seperti ini merupakan pembekalan bagi para kader Demokrat di daerah. Pelaksanaannya pun cukup sering, dan bukan hanya digelar di tingkat provinsi atau DPD, melainkan juga di daerah kabupaten/kota atau tingkat DPC.
“Saya termasuk yang mendatangi beberapa daerah, walaupun tidak seluruhnya. Ada di setiap DPC kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat dilakukan pendidikan politik maupun bimtek oleh DPD Partai Demokrat,” ungkap Herman Khaeron didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto, di sela-sela pelaksanaan Dikpol di El Hotel Bandung, Senin (24/8/2026).
Menuruy Khaeron, Dikpol ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kapasitas kader Partai Demokrat. Juga meningkatkan kemampuan kader, bukan hanya untuk meningkatkan konsolidasi, soliditas, dan solidaritas kader, tetapi juga dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Bagaimana cara dan memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bagaimana cara memberikan solusi kepada persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Ini yang menurut saya sangat bagus dan tematik sehingga kemudian bisa beradaptasi terhadap hal-hal yang terjadi saat kini. Misalkan di Jawa Barat, hari ini lebih kepada arah politik, mungkin hal-hal yang sifatnya ke ekonomi misalkan.
Khaeron menegaskan, ada banyak tantangan, seperti di bidang ekonomi yang sedang terdistorsi oleh situasi global. Contohnya harga minyak internasional, meningkatkan berbagai harga dan barang jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Situasi ini tentu tidak mudah, tapi dengan kesempatan dan kemampuannya, DPD Partai Demokrat Jawa Barat, saya kira ke depan bisa mengadakan hal serupa. Pendidikan politik, bimbingan teknis yang pendekatannya tidak harus selalu politis, tapi bisa pendekatan ekonomi, sosial, budaya. Dan tentu semuanya ini adalah kebaikan untuk masyarakat,” jelasnya.
Kepada para kader Demokrat Jabar, Khaeron berpesan agar tetap menjaga soliditas dan pentinya pentingnya kebersamaan. “Jangan ada pertentangan. Perbedaan boleh, cara pandang berbeda, boleh, masukan juga boleh berbeda, tetapi jangan sampai ini membuat jadi perpecahan. Tentu untuk memenangkan Pemilu 2029, modal utamanya adalah persatuan seluruh kader yang ada di Jawa Barat.
“Selain tentu kita harus melakukan ekspansi, melakukan pendekatan, man to man marking, pendekatan masyarakat, kemudian peduli dan berbagi. Dan jadilah politikus yang baik, memberikan banyak solusi kepada masyarakat. Sudah terlalu banyak orang membuat masalah, sehingga bagi kader Demokrat marilah kita membuat solusi,” sambungnya.
Terkait hasil survei yang menunjukkan popularitas dan elekatbilias Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terus nailk, menurut Khaeron, hal tersebut menjadi motivasi dan dijadikan spirit bagi kader partai untuk tetap bekerja yang terbaik untuk rakyat. “Tentu namanya survei naik-turun, dinamis, up and down. Dan Mas AHY termasuk yang naik hasil surveinya, alhamdulillah,” ucap Khaeron.
“Sebetulnya kalau diperdalam, kalau yang lain popularitasnya sudah mentok-mentok lah di 95-96 (persen). Mas AHY itu popularitasnya belum sampai ke arah situ, juga elektabilitasnya masih di posisi 4,9. Tapi kalau mau didalami lagi ada prospek yang lebih besar bagi Mas AHY ke depan sebagai pemimpin muda, pemimpin masa depan yang suatu saat bisa menjadi bagian dari pemimpin nasional. Namun kami sampai saat ini belum membicarakan persoalan (calon) presiden dan wakil presiden, belum,” pungkas Khaeron.
Baca Juga: Bintang Muda Indonesia All-out Dukung Anton Pimpin Kembali Partai Demokrat Jabar
Sementara itu, Anton Sukartono Suratto menjelaskan, pembekalan kepada para anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jabar, juga DPRD kabupaten/kota tersebut untuk mengetahui apa yang mereka kerjakan selama ini. “Apa kesalahannya dan bagaimana kita memperbaikinya. Dengan adanya Dikpol ini kita pelajari satu-satu, kita bedah satu-satu, apa sih yang kurang dari anggota Dewan kita? Apa kurang menyerap aspirasi atau menyampaikannya atau bagaimana komunikasi politiknya?’ ungkap Anton.
Menurut Anton, para kader partai harus mau mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat, dan mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. “Intinya kita perbaiki semua, sehingga 2029 kita bisa menambah kursi dan Demokrat kembali menjadi juara di Jawa Barat,” tegas Anton/. (den)







