banner 500x188

Saeful Bachri: HUT ke-81 Jabar Harus Jadi Momentum Percepatan Pelayanan Publik

HUT ke-81 Jawa Barat harus menjadi momentum evaluasi agar pembangunan dan pelayanan publik makin dirasakan masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Saeful Bachri.

JuaraNews, Bandung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Barat tidak cukup hanya menjadi seremoni. Momentum tersebut harus menjadi titik evaluasi sekaligus pemacu bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan dan pelayanan publik benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Saeful Bachri, menilai tantangan fiskal yang dihadapi Pemprov Jabar justru harus mendorong birokrasi bekerja lebih kreatif, efektif, dan tepat sasaran.

“Selamat Ulang Tahun ke-81 untuk Jawa Barat. Kita berharap momentum ini menjadi dorongan positif untuk terus meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Saeful di Bandung, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Komisi II DPRD Jabar Evaluasi Kinerja OPD dalam Pembahasan LKPJ 2025

Menurutnya, penyesuaian anggaran akibat efisiensi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD) tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Saeful melihat Pemprov Jabar tetap memiliki ruang untuk mengoptimalkan APBD dan berbagai potensi daerah agar program prioritas tetap berjalan. Karena itu, diperlukan keberanian untuk menentukan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

“Di tengah tekanan fiskal dari pusat, saya melihat Pemerintah Jawa Barat tetap optimistis untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Ini patut kita dukung bersama demi kemajuan Jawa Barat,” katanya.

Baca Juga: DPRD Jabar Soroti Capaian OPD yang Melampaui Target dalam LKPJ 2025

OPD Harus Bergerak dalam Satu Arah

Saeful menekankan, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada soliditas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Visi dan kebijakan Gubernur serta Wakil Gubernur, kata dia, harus diterjemahkan secara konsisten hingga ke level pelaksanaan.

Ia berharap tidak ada program yang berhenti pada tataran kebijakan. Setiap program harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

“Program pembangunan harus katara, karambah, karasa. Terlihat, terjangkau, dan terasa hasilnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Saeful, sinergi antar-OPD juga penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis di Jawa Barat, mulai dari penanganan bencana musiman, pengentasan kemiskinan hingga penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: HUT ke-81 Jabar, Buky Wibawa Dorong Birokrasi Bersih hingga Insentif bagi Maestro

Apresiasi Harus Berbanding dengan Kinerja

Saeful juga menyoroti kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar, termasuk Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang dinilai relatif tinggi.

Menurutnya, apresiasi terhadap kinerja aparatur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Insentif yang diterima ASN harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tingginya apresiasi publik terhadap pimpinan daerah menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran birokrasi di OPD untuk terus berakselerasi dan menjaga ritme kerja yang sama,” tuturnya.

Saeful optimistis, jika pemerintah daerah, DPRD, birokrasi, dan masyarakat mampu menjaga sinergi, HUT ke-81 Jawa Barat dapat menjadi momentum untuk mempercepat perubahan.

“Dengan sinergi yang makin solid, momentum HUT ke-81 ini kita yakini menjadi pemicu awal untuk Jawa Barat bangkit dan semakin maju,” pungkasnya. (dsp)