JuaraNews, Bandung – Komisi 2 DPRD Jabar mendesak Pemprov Jabar untuk melahirkan formula baru dalam penyerapan tenaga kerja di Desa agar investasi bernilai ratusan triliun rupiah berdampak nyata pada masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri, menyebut tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan peningkatan kasus kriminalitas dan masalah sosial akibat tekanan ekonomi.
Untuk mengatasi urbanisasi, Saeful mengusulkan skema pemberdayaan padat karya berbasis perdesaan melalui sistem makloon (jasa pengerjaan produksi).
“Jangan semua difokuskan di kota. Kita bisa meniru konsep industri Tiongkok, di mana pabrik besar melempar komponen atau pengerjaan produk ke kampung-kampung. Contohnya di Kutawaringin dan Katapang, warga desa bisa mengelem, merakit, atau menjahit dari rumah, lalu dikumpulkan ke pabrik,” jelas Saeful, belum lama ini.
Baca Juga:DPRD Jabar Evaluasi LKPJ 2025, Dorong Arah Kebijakan Berbasis Pemberdayaan
Menurutnya, langkah inovatif ini akan menghentikan laju urbanisasi sekaligus memberi ruang kerja bagi warga desa tanpa harus mendirikan pabrik besar di area pemukiman perdesaan. (*)







