banner 500x188

Ratnawati Dukung Pelestarian Batik Jabar Lewat Peluncuran Kurikulum dan Buku Ajar

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Ratnawati menghadiri Jambore Batik Jawa Barat 2026 bersama suaminya, H. Herman Khaeron.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, menghadiri kegiatan Jambore Batik Jawa Barat 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya daerah. (Foto: Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Ratnawati menghadiri Jambore Batik Jawa Barat 2026 bersama suaminya, H. Herman Khaeron, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya daerah melalui peresmian Jambore Batik Jawa Barat sekaligus peluncuran Kurikulum dan Buku Ajar Batik Jawa Barat 2026.

Peresmian dilakukan langsung Menteri Kebudayaan RI, Prof. Dr. Fadli Zon. Hadir pula Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Dede Yusuf, bersama suaminya, Dede Yusuf Macan Effendi, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat.

Baca Juga: Ratnawati Ajak Masyarakat Lestarikan Batik sebagai Identitas Budaya Bangsa

Ratnawati menyambut positif peluncuran kurikulum dan buku ajar tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkan kekayaan batik Jawa Barat kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.

“Batik bukan hanya karya seni dan identitas bangsa, tetapi juga memiliki nilai sejarah serta filosofi yang harus dikenalkan kepada generasi muda. Kami berharap melalui kurikulum ini, anak-anak semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap kekayaan batik Jawa Barat,” ujar Ratnawati.

Dia menegaskan, pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar warisan leluhur tetap terjaga dan terus berkembang di tengah perubahan zaman.

Baca Juga: Hj. Ratnawati Ajak Masyarakat Budayakan Literasi di Hari Buku Nasional

Melalui pengenalan batik di lingkungan pendidikan, Ratnawati berharap generasi penerus tidak hanya memahami keindahan batik, tetapi juga mampu menghargai nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Menjaga warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kita ingin batik Jawa Barat tetap lestari dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” pungkasnya. (dsp)