banner 500x188

Pemkot Bandung Terapkan 3 Tahap Penanganan Sampah

Pemkot Bandung telah menerapkan tiga tahapan penyelesaian penanganan sampah yang menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota Bandung.
Pemandangan tumpukan sampah yang mengunung. (foto:ist)

JuaraNews, BandungPemkot Bandung telah menerapkan tiga tahapan penyelesaian penanganan sampah yang menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu diterapkan karena masih banyak tempat tempat sampah yang masih menumpuk dan belum terselesaikan.

Salah satunya ada keluhan dan laporan warga soal bau menyengat dari tumpukan sampah yang mengunung di lokasi Babakan Ciparay.

Baca Juga: Pemkot Bandung Usut Pungli SPMB Satu Kursi di Tarif Rp5-8 Juta

Libatkan DLH untuk Pembersihan Sampah

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bandung, Erwin menerjunkan langsung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung untuk mengangkut sampah di lokasi tersebut.

Hal itu Ia instruksikan setelah meninjau langsung ke lokasi di RT 06 RW 06, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Selasa (10/6/2025).

“Solusi sementara ini adalah pengangkutan cepat. Tapi kita perlu penanganan lebih permanen agar masalah tidak berulang,” ungkap Erwin.

Baca Juga: Server Down Orang Tua Murid Kesulitan Daftar SPMB 2025

Kondisi Lingkungan Terganggu Akibat Sampah

Tinjauan ini juga salah satu bentuk tanggapannya terhadap laporan warga soal bau menyengat dan kondisi lingkungan yang terganggu akibat sampah yang menumpuk di lokasi tersebut.

“Warga sudah melapor karena sampah di sini sudah mengganggu kenyamanan,” ujar Erwin saat di lokasi.

Erwin pun menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDBM) agar membangun jembatan kecil sementara untuk memudahkan akses ke lokasi pembuangan sampah.

Selain itu, Erwin juga memberikan arahan kepada seluruh lurah dan camat agar aktif melaporkan lokasi penumpukan sampah yang belum tertangani.

Baca Juga: Erwin Apresiasi HDCI Tetap Konsisten Tebar Kebaikan

Tumpukan Sampah Merusak Citra Lingkungan

“Kita harus tanggap. Penumpukan sampah ini merusak citra lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Erwin.

Saat kunjungannya, Erwin menjelaskan, bahwa sistem pengelolaan TPS di hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha. Sistem pengosongan untuk TPS sebelum hari libur terbukti efektif mencegah lonjakan sampah.

“Kami juga menghimbau pengemasan sampah yang lebih rapi agar tidak tercecer,” tandasnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Ubah TPS Cicendo Jadi Kandang Maggot

Tiga Tahapan Penanggulangan Sampah

Untuk penanganan sampah, Pemkot Bandung sudah menerapkan tiga tahap penanganan sampah antara lain. Pemusnahan awal, Pemulihan lingkungan, dan Penormalan lokasi.

Dari tiga tahapan itu telah terdata sebanyak 136 titik kumpul sampah yang telah tercatat untuk ditangani secara bertahap.

Selain itu kata Erwin, Pemkot Bandung saat ini telah mengoperasikan 7 insinerator dan menargetkan 30 insinerator aktif untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Bandung.

“Penggunaan insinerator jadi salah satu solusi utama karena kuota ke TPA Sarimukti sangat terbatas,” tandasnya.

Baca Juga: Pendidikan Tak Sinkron dengan Industri Picu Pengangguran Tinggi

Hanya Seribu Ton Sampah yang Bisa di Angkut

Sebanyak 1.496 ton dari total sampah per hari di Kota Bandung, hanya 1.000 ton yang bisa dikirim ke TPA. Berarti hanya 140 ritase per hari over volume menyebabkan penumpukan terutama di wilayah Gedebage.

“Ini jadi perhatian serius kami. Maka pengelolaan sampah di tingkat lokal harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Pemkot Bandung pun terus memperluas cakupan program Kawasan Bebas Sampah (KBS) dengan target 700 RW bisa masuk ke dalam program ini.

Ia pun mendorong RW yang akan mendapat bantuan senilai Rp200 juta dari program Prakarsa, yaitu program pengganti skema dana PIPPK untuk pengelolaan sampah. (dsp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *