banner 500x188

KONI dan Dispora Jawa Barat Apresiasi Kejuaraan West Java Open 2026

West Java Open Tahun 2026 resmi digelar. (juaranews/rahman)
West Java Open Tahun 2026 resmi digelar. (juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Kejuaraan Taekwondo West Java Open Tahun 2026 resmi digelar dengan diikuti sebanyak 2.500 atlet dari berbagai daerah, mulai 14 hingga 16 Agustus 2026.

Event yang dilaksanakan di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, mendapatkan apresiasi dari KONI Jawa Barat dan Dispora Jawa Barat.

Menurut Ketua Umum KONI Jabar, Muhammad Budiana, kejuaraan yang digagas oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat sangat penting.

Karena dari kejuaraan seperti ini akan muncul atlet taekwondo potensial yang dapat menjadi penerus prestasi Jawa Barat ditingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: West Java Open 2026 Diikuti 2.500 Atlet, Mayoritas Kelas Prestasi

“Kami menyambut betul kejuaraan ini. Dan mudah-mudahan dari West Java ini, Kejurnas West Java ini, lahir atlet-atlet Taekwondoin penerus Jawa Barat,” katanya saat acara pembukaan West Java Open 2026, Jumat (14/8/2026).

Budiana menilai, Jawa Barat merupakan Provinsi yang melahirkan banyak atlet taekwondo yang berprestasi baik di level nasional maupun internasional. Sehingga, pihaknya berharap tradisi tersebut bisa dipertahankan.

“Sampai hari ini Jawa Barat adalah gudangnya para atlet-atlet unggulan Taekwondo di Indonesia, bahkan di dunia. Ya, untuk itu pertahankan tradisi juara itu. Itu adalah kebaikan. Itu adalah budaya luhur Taekwondo Jawa Barat,” ungkapnya.

“Tidak boleh ada satu orang pun yang merusak budaya luhur Taekwondo Jawa Barat ini. Dan kita keluarga besar Taekwondo harus menjaga itu. Selamat bertanding,” tegasnya.

Baca Juga: Pengprov TI Jawa Barat Berharap Dedi Mulyadi Buka Kejuaraan West Java Open 2026

Kepala Dispora Jawa Barat, Herry Antasari, yang mewakilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi West Java Open 2026 ini.

Menurutnya, Jawa Barat merupakan Provinsi yang banyak melahirkan atlet taekwondo berprestasi. Hal itu dapat dilihat dari kontribusi medali yang diraih taekwondo dalam beberapa penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Saya kira semuanya sepakat bahwa Taekwondo ini sangat berkontribusi luar biasa kepada prestasi olahraga Jawa Barat. Terakhir 8 medali emas, sebelumnya 9 medali emas,” ujarnya.

“Semoga Taekwondo Jawa Barat tetap menjadi andalan dan tetap menjadi primadona di PON yang akan datang,” harapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dunia olahraga saat ini sedang menghadapi tantangan, terutama berkaitan dengan anggaran karena efisiensi.

Namun, ia berharap taekwondo Jabar yang dinilai cukup mandiri dapat terus membantu Jabar mempertahankan prestasinya.

“Taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga yang mandiri, saya anggap sebagai salah satu olahraga yang cukup mandiri, bisa terus menjaga prestasi, mendukung Jawa Barat untuk membangun olahraga Jawa Barat ke depan lebih baik,” ungkapnya.

“Terutama besok kita akan ada Porprov, tahun depan kita akan ada BK PON, dan tahun depannya lagi kita akan ada PON. Mudah-mudahan (taekwondo) Jawa Barat, insya Allah, bisa lebih dari 9 emas atau 10 emas, atau minimal sama seperti sekarang 8 emas,” pungkasnya.