banner 500x188

Hari Tani Nasional 2026, DPRD Jabar Dorong Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri. (Foto:Istimewa)

SindoJabar, BANDUNG – Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri berharap Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat masa depan sektor pertanian di Jawa Barat.

Sehingga, sektor pertanian nantinya dapat diharapkan menjadi penggerak perekonomian di desa. Saeful mengatakan hal itu saat peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September setiap tahunnya.

Menurut Saeful, tantangan pertanian Jawa Barat lanjutan pertanian tidak akan terwujud apabila jumlah petani terus berkurang sementara lahan produktif semakin terte tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut semakin tingginya risiko usaha tani, perubahan iklim, regenerasi petani, serta alih fungsi lahan.

Baca Juga:Tani Merdeka Indonesia Jabar Somasi Kadistan Indramayu, Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

“Di Jawa Barat, pembangunan pertanian juga harus berani menjawab persoalan regenerasi petani, alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan semakin tingginya risiko usaha tani,” ujar Saeful Bachri, dikutip, Jumat (25/9/2026).

Ia menilai keberlanjutan pertanian tidak akan terwujud apabila jumlah petani terus berkurang sementara lahan produktif semakin tertekan oleh alih fungsi.

Baca Juga:Soroti Jalan Tani dan Krisis Air, Hj Ratnawati Serap Aspirasi Warga Desa Wanayasa

Karena itu, Saeful mendorong Pemprov Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah pusat menyusun kebijakan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem usaha yang menarik bagi generasi muda.

Penguatan kelembagaan petani, koperasi, BUMDes dan UMKM pangan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan pengolahan dan hilirisasi dilakukan di wilayah produksi, nilai tambah produk pertanian diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian desa.

Baca Juga:Kota Bandung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Inovasi dan Kolaborasi

“Menjaga petani berarti menjaga masa depan pangan kita. Menjaga lahan pertanian berarti menjaga masa depan generasi kita. Dan meningkatkan kesejahteraan petani berarti memperkuat ekonomi Jawa Barat dari desa,” katanya. (*)