banner 500x188

Kasus Meninggalnya Siswa SMAN 5 Bandung, Pemkot Perketat Pembinaan dan Pengawasan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung dibuka kembali guna mendongkrak sektor pariwisata.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (foto:ist)

JuaraNews, Bandung – Seorang siswa SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Jumat (13/3/2026). Menanggapi peristiwa tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam kepada keluarga korban.

Farhan berharap pihak berwenang segera menuntaskan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Baca Juga:Tragis! Siswa SMAN 5 Bandung Tewas di Cihampelas, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Pelajar

Menurutnya, proses hukum harus berjalan dengan jelas agar dapat diketahui pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Saya sangat prihatin dan sangat berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara karena kecelakaan, tetapi tentu harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas sehingga kita mengetahui penyebab sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya Farhan dikutip, Minggu (15/3/2026).

Selain menyampaikan duka, Farhan juga mengaku merasakan empati yang mendalam kepada keluarga korban.

Baca Juga:Teras Cihampelas akan Direnovasi, Pemkot Bandung Siapkan Skema Perawatan Baru

Ia menyebut kehilangan anak di usia remaja merupakan luka yang sangat berat bagi orang tua.

“Sebagai seorang ayah, kehilangan putra di usia 16 tahun adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Saya ikut merasakan kehilangan yang luar biasa yang dirasakan orang tua korban,” katanya.

Atas peristiwa itu juga, Farhan memastikan, Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat kerja sama dengan Polrestabes Bandung, untuk meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar, terutama kelompok-kelompok remaja yang kerap berkumpul di sejumlah warung atau tempat tongkrongan di sekitar sekolah.

Farhan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat sejumlah kelompok pelajar yang sudah teridentifikasi sering berkumpul dan menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan tertentu.

Baca Juga:Viral Video Asusila di Teras Cihampelas, Satpol PP Bandung Tingkatkan Sidak

“Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa kelompok anak-anak SMA yang berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan pemerintah dan kepolisian saja. Peran sekolah dinilai sangat penting dalam memberikan informasi dan melakukan pengawasan terhadap para siswa.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan mengajak para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi dan berbagi informasi terkait dinamika para pelajar.

“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” ujar Farhan.

Ia juga mengingatkan hasil patroli yang pernah dilakukannya bersama aparat keamanan sekitar satu tahun lalu. Dalam patroli tersebut ditemukan sejumlah pelajar SMP dan SMA yang nongkrong hingga larut malam sambil mengonsumsi minuman keras maupun obat keras.

Baca Juga:Tinjau SMAN Rancakalong Pasca Gempa, Komisi V DPRD Jabar Soroti Benteng Roboh dan Laboratorium Komputer

Menurutnya, fenomena tersebut sangat mengkhawatirkan dan harus segera ditangani secara serius.

Ke depan, Pemkot Bandung bersama Polrestabes Bandung akan memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah, termasuk menindaklanjuti keberadaan kelompok-kelompok tongkrongan yang berpotensi menimbulkan masalah.

Baca Juga:Farhan Pastikan Isu Pencabutan Status Cagar Budaya SMAN 1 Bandung Tak Benar

Farhan berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap aktivitas remaja, terutama di luar jam sekolah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Kota Bandung. (*)