JuaraNews, Bandung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung menggelar Workshop Pelatihan Pra Poprov 2026 di Rumah Sakit Murni Teguh, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (14/6/2026).
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti seluruh cabang olahraga sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan, workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari program pembinaan yang telah direncanakan sejak 2025, termasuk hasil tes fisik atlet yang sebelumnya dilaksanakan di Kampus FPOK atas prakarsa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.
“Ini sudah direncanakan jauh-jauh sebelumnya di dalam proposal kegiatan KONI sejak tahun 2025. Ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu tes fisik yang dilaksanakan di Kampus FPOK,” katanya.
Baca Juga: KONI Jabar Matangkan Persiapan Porprov 2026
“Tentu saja kami sebagai leading sector dan mitra pemerintah dalam hal ini olahraga prestasi menindaklanjuti data-data yang harus kami sampaikan terhadap cabang olahraga, tentu saja terkait dengan kondisi fisik,” ucapnya menambahkan.
Menurutnya, secara umum kondisi fisik atlet Kota Bandung berada di kisaran 70 persen. Meski demikian, hasil tersebut berbeda-berbeda pada setiap cabang olahraga.
“Secara umum, kondisi fisik itu berkisar di 70 persen, lebih detailnya nanti ada di masing-masing cabang olahraga. Namun demikian, saya melihat mayoritas ada di kategori cukup dan tinggi,” ungkapnya.
“Namun demikian kami melihat ada beberapa cabang olahraga yang kurang memang cabor tersebut tidak memerlukan kondisi fisik yang prima seperti bridge dan catur,” jelasnya.
Baca Juga: KONI Kota Bandung Perkuat Dukungan bagi Atlet dari Asuransi hingga Pendidikan
Nuryadi menuturkan, hasil tes fisik tersebut akan menjadi bahan evaluasi khusus bagi cabang olahraga yang membutuhkan kondisi fisik optimal, terutama cabang olahraga permainan dan nomor-nomor yang menuntut daya tahan serta kekuatan tinggi.
“Masih ada waktu, beberapa bulan ke depan sehingga tidak di sekitar 70 persen. Namun demikian, kalau bisa kan di atas 85 persen bagi cabang olahraga yang memerlukan kondisi fisik prima,” ucapnya.
Sehingga, selain aspek fisik, workshop juga membahas faktor psikologis, nutrisi, hingga penanganan cedera yang dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju Porprov.
Nuryadi menjelaskan, kegiatan tersebut memanfaatkan kerja sama KONI Kota Bandung dengan Rumah Sakit Murni Teguh. Sejumlah tenaga ahli dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada para pelatih.
“Dalam workshop ini tidak hanya membahas aspek fisik, tetapi juga unsur psikis dan keilmuan lainnya. Ada materi nutrisi, psikologi olahraga, hingga injury atau cedera yang sangat penting karena cedera merupakan musuh nyata bagi atlet dalam proses latihan,” jelasnya.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain dr. Mona yang membawakan materi psikologi olahraga, dr. Ian terkait penanganan cedera, serta Direktur Rumah Sakit Murni Teguh dr. Ruly yang memberikan materi mengenai nutrisi atlet.
Seluruh cabang olahraga binaan KONI Kota Bandung mengikuti workshop tersebut. Tercatat sebanyak 81 cabang olahraga, termasuk dua cabang olahraga eksibisi, turut hadir dalam kegiatan itu.
“Sehingga kami, saya sangat yakin ini bisa optimal dan wajib hadir semua. Karena anggaran pemerintah diberikan ke kami, kami sampaikan melalui dana operasional pembinaan. Ya itulah kita harus timbal baliknya harus dengan prestasi,” tegasnya.
Semua Elemen Harus Bersiap

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Hendy Maulana Yusup, mengatakan jelang Porprov 2026 semua pihak harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang di antaranya melalui kegiatan ini.
“Ini pada dasarnya kita harus bersiap. Para pelatih juga harus bersiap, kita juga dari unsur pemerintahan dan pengurus KONI sedang bersiap bagaimana agar kontingen Kota Bandung bisa mencapai hasil yang maksimal pada gelaran Porprov di 2026 ini,” ucapnya.
Pada workshop kali ini Sejumlah tenaga ahli dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada para pelatih.
“Ini karena fokusnya ke pelatih, ini bagaimana pelatih juga mempunyai visi misi yang sama dalam mengejar target prestasi di Porprov 2026,” ungkapnya.
“Ya, hampir semua aspek. Kita dengan Pak Ketua KONI dan dibantu oleh Pak Direktur Kedokteran rumah sakit ini bagaimana kita dari aspek makanan, kesehatan, kita harus mempelajari dan mendapatkan ilmu yang sama,” jelasnya.







