banner 500x188

Hailuki Minta Frekuensi & Area Operasi Pasar Murah Ditambah

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki memantau pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) di Desa Ciluncat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki memantau pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kamis (5/3/2026). (Foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki memantau pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) di Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang, Kamis 5 Maret 2026.

Sekitar 190 paket sembako berisi 5 Kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 Kg gula pasir, dan 1 Kg terigu didistribusikan kepada masyarakat di Desa Ciluncat dengan harga jual yang sangat murah.

Harga per paket sembako ini seharusnya sekitar Rp.160 Ribu. Namun Pemkab Bandung memberikan subsidi hampir 50 persen, sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp.83 Ribu saja.

Baca Juga: Warga Baleendah Antusias Ikuti Gerakan Pangan Murah

Sebagai bentuk kadeudeuh kepada masyarakat, Hailuki memberikan cashback sebesar Rp.10 Ribu per paketnya sehingga masyarakat Desa Ciluncat cukup membayar Rp. 73 Ribu Rupiah untuk setiap paket sembako.

“Ini memang tidak seberapa jumlahnya, tapi saya berharap ini bisa membantu meringankan,” kata politisi muda Partai Demokrat tersebut.

Operasi Pasar Murah ini merupakan program rutin pemerintah Kabupaten Bandung. Tujuannya untuk menekan inflasi, menekan kenaikan harga, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok yang selalu naik saat hari-hari besar keagamaan.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Gelar Operasi Patuh 2025, Fokus 8 Pelanggaran

Pasar Murah Harus Tetap Digelar

“Alhamdulillah kan Kabupaten Bandung termasuk kabupaten yang terbaik dalam menjaga stabilitas inflasi. Nah, melalui program ini, makanya kita di DPRD tetap mempertahankan agar program operasi pasar murah ini tetap dipertahankan,” jelasnya.

Politisi ramah yang karib disapa Kang Luki itu berharap, program OPM ini bisa ditambah menjadi tiga kali dalam setahun.

“Biasanya diadakan saat bulan puasa jelang Idul Fitri dan akhir tahun jelang tahun baru, mudah-mudahan nanti bisa ditambah di pertengahan tahun di semua kecamatan,” harap Kang Luki.

Baca Juga: Bazar Murah Serbu 30 Kecamatan Bandung, Ini Rute dan Waktunya

Ia tidak memungkiri, saat ini harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bandung masih terbilang stabil meskipun ada sedikit kenaikan menjelang Idul Fitri.

“Saya sempat memantau, Alhamdulillah harga-harga masih stabil meskipun ada program MBG, karena pasokan untuk SPPG itu langsung ngambil dari hulunya sehingga tidak berpengaruh pada suplai bahan makanan untuk masyarakat” tambahnya. (dsp)