banner 500x188

Gubernur Jabar Rancang Program Satu Kecamatan Satu Lapangan Sepak Bola

Gubernur Jabar Rancang Program Satu Kecamatan Satu Lapangan Sepak Bola
Gubernur Jabar Rancang Program Satu Kecamatan Satu Lapangan Sepak Bola. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal merancang program satu desa memiliki satu lapangan sepak bola berstandar nasional. Hal ini salah satu upaya memperluas akses olahraga sekaligus menciptakan ekosistem pembinaan atlet sejak dini.

Menurutnya, lapangan sepak bola harus memenuhi standar kualitas permainan, sementara fasilitas penunjang seperti tribun dapat menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:Bandung Hidupkan Gairah Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge

Ia menekankan agar pembangunan lapangan sepak bola tidak berorientasi pada kemewahan demi menghindari biaya pemeliharaan yang tinggi.

“Satu kecamatan harus memiliki satu lapangan sepak bola yang representatif berstandar nasional. Tribun dan fasilitas lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Tidak perlu terlalu mewah karena pemeliharaannya mahal dan rawan kehilangan barang. Yang penting lapangannya bisa digunakan,” ujarnya di Bandung, Senin (24/11/2025) lalu.

Terkait program ini, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan, menyampaikan dukungan penuh. Menurutnya, pembangunan lapangan representatif di setiap kecamatan selaras dengan visi Persib dalam memperkuat pembinaan pemain usia muda.

Baca Juga:Pantik Asa Sepak Bola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 Sambangi 10 Kota

“Arahan yang bagus, karena pada dasarnya kalau kita bicara satu lapang satu kecamatan, itu lebih kepada pembinaan usia muda. Semakin banyak pemain berkualitas muncul dari Jawa Barat, pada akhirnya akan menguntungkan Persib,” ujar Adhitia.

Ia menambahkan, kontribusi Persib akan lebih terarah setelah ada pembahasan teknis bersama Pemda Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, implementasi program membutuhkan pemetaan kondisi lapangan dan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:BPJK Demokrat Jabar Berikan Pelatihan Barista untuk Masyarakat Umum

“Kami perlu duduk bersama dulu. Itu baru wacana di tingkat atas. Kita harus turun ke bawah untuk melihat kebutuhannya seperti apa. Banyak daerah sebenarnya memiliki lapangan yang bagus, namun tantangannya bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada mindset dan cara membina pemain usia muda,” jelasnya.

Adhitia menyoroti belum adanya kurikulum pembinaan pemain muda yang seragam di seluruh Jawa Barat. Perbedaan filosofi dan gaya bermain antardaerah dinilai berpengaruh pada kualitas pemain dan perlu adanya keselarasan standar.

Baca Juga:Dua Juara Baru Lahir di MLSC Bandung Seri 1 2025/2026

“Kita belum punya kurikulum yang standar se-Jawa Barat. Kita juga nggak punya filosofi yang sama seluruh Jawa Barat. Jadi di kabupaten ini mainnya begini, di kabupaten ini mainnya begini,” tambahnya. (Bas)