banner 500x188

Tak Sekadar Turnamen, Soccer for Equality 2026 Bawa Misi Pendidikan untuk Anak NTT

JuaraNews, Bandung – Bandung menjadi venue babak final Soccer for Equality 2026, turnamen sepak bola inklusif tingkat nasional yang mengusung misi memperjuangkan kesetaraan gender dan akses pendidikan bagi anak-anak di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Turnamen sepakbola yang diinisiasi Plan Indonesia bersama SalingJaga dari Kitabisa ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga gerakan solidaritas nasional untuk membuka kesempatan yang lebih setara bagi anak-anak, terutama anak perempuan.

Rangkaian Soccer for Equality 2026 telah digelar di sejumlah kota, yakni Jabodetabek pada 16-17 Mei 2026, dilanjutkan di Malang pada 30-31 Mei 2026, Balikpapan pada 13-14 Juni 2026, dan Makassar pada 4-5 Juli 2026.

Puncak acara berlangsung di Kota Bandung Tepatnya Stadion Siliwangi selama dua hari yakni pada 18-19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menuturkan Soccer for Equality tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: ASICS Gelar Football Summer Camp 2026 di Bandung Sekaligus Luncurkan Sepatu JETRAY ELITE

Kali ini, sebanyak 173 tim turut ambil bagian, termasuk 32 tim sepak bola perempuan kategori usia 10-12 tahun.

“Alhamdulillah ini kali kedua kita kerja sama ya dengan SalingJaga, Kitabisa, untuk melakukan program Soccer for Equality ini,” ucapnya, Minggu (18/7/2026).

“Kalau tahun lalu di dua kota, sekarang lima kota. Bandung pastinya, Jabodetabek, kita ada di Malang, Makassar, dan satu lagi, Balikpapan. Dan final di Bandung,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Soccer for Equality juga membawa misi sosial yang penting bagi kesejahteraan anak perempuan di NTT.

Baca Juga: Hydroplus Soccer League All-Stars: Tingkatkan Prestasi, Gerakkan Sport Tourism

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di NTT pada 2024 tercatat sekitar 8,38 tahun, masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,22 tahun.

Selain itu, tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang menghambat anak perempuan dalam mengakses pendidikan dan mewujudkan cita-citanya.

“Sepak bola adalah ruang yang setara. Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan,” ungkapnya.

“Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga, termasuk sepak bola yang selama ini identik dengan laki-laki,” jelasnya.

Lewat program ini, Plan Indonesia berharap semakin banyak anak perempuan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani memimpin, serta yakin mampu meraih masa depan yang diimpikan.

Soccer for Equality juga mendapat dukungan dari masyarakat melalui ekosistem filantropi digital.

Lewat inisiatif sport charity, turnamen ini menjadi wadah penggalangan dana publik untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan bagi anak-anak di NTT.