banner 500x188

DPRD Jabar Dorong Percepatan Modal UMKM Perempuan Pesisir Indramayu

Musim paceklik yang berkepanjangan mendorong keluarga nelayan di pesisir Indramayu untuk mencari jalan keluar baru.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati. (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Musim paceklik yang berkepanjangan mendorong keluarga nelayan di pesisir Indramayu untuk mencari jalan keluar baru demi mempertahankan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Para istri nelayan kini mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi keluarga dengan mengembangkan UMKM rumahan berbasis potensi lokal, mengolah hasil laut hingga memanfaatkan limbah laut menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu menopang kebutuhan rumah tangga.

Gagasan dan kreativitas perempuan pesisir itu mengemuka dalam Dialog Rakyat yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Minggu (8/2/2026).

Simak Juga: Stikom Bandung Gandeng Lapas Perempuan, Kembangkan Program Pengabdian Masyarakat

Dalam forum tersebut, seorang istri nelayan menyampaikan langsung beratnya menjaga dapur tetap mengepul ketika cuaca dan gelombang menghalangi suami melaut.

Bersama perempuan lainnya, ia mengolah hasil laut dan limbah laut menjadi produk sederhana. Namun, keterbatasan alat produksi, modal usaha, dan akses pemasaran masih menghambat pengembangan usaha mereka.

Simak Juga: Pegadaian Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat The Gade Women Community Center

Dorong UMKM Perempuan Pesisir, Akses Modal Jadi Prioritas

Menanggapi aspirasi itu, Ratnawati menyatakan komitmen kuat untuk membuka akses permodalan bagi UMKM perempuan pesisir.

Ia mendorong para ibu nelayan segera mengonsolidasikan usaha dalam bentuk kelompok agar pemerintah provinsi dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

“Segera susun proposalnya. Tentukan jumlah penerima, petakan jenis usaha, lalu tetapkan skala prioritas,” ujar Ratnawati di hadapan peserta dialog.

Simak Juga: Pegadaian Wilayah X Bersama DKP Jabar Tanam Ribuan Mangrove

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar tersebut juga menekankan pentingnya kecepatan dan kerapihan administrasi. Menurutnya, data yang siap dari tingkat bawah akan mempercepat proses intervensi anggaran.

“Proposal yang masuk lebih cepat, insyaallah rezekinya juga lebih cepat. Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang sedang berjuang,” pungkasnya. (dsp)