JuaraNews, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Provinsi Jawa Barat mulai membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026.
Meski menghadapi tekanan fiskal akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, DPRD memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan sesuai rencana.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, menegaskan komitmen legislatif untuk menjaga kesinambungan program strategis daerah. Ia menyebut DPRD dan Pemprov Jabar sepakat melakukan efisiensi secara terukur agar kegiatan utama tidak terdampak.
Baca Juga: 9 Fraksi DPRD Jabar Tekankan Prioritas Rakyat dalam Perubahan APBD 2025
“Programnya tetap, kegiatannya tetap ada. Kami hanya memangkas belanja penunjang seperti perjalanan dinas, makan minum, dan alat tulis kantor. Bahkan ada yang kami potong hingga 90 persen,” kata Iswara usai rapat paripurna pembacaan Nota RAPBD 2026 di Gedung DPRD Jabar, Rabu (5/11/2025) malam.
Menurut Iswara, DPRD menerapkan efisiensi secara selektif tanpa mengganggu target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD dan RKPD. Belanja untuk pegawai pendamping, kunjungan luar provinsi, serta kebutuhan operasional non-esensial menjadi fokus penghematan.
“Kami ingin menjaga target makro pembangunan, tapi dengan pengelolaan anggaran yang lebih efisien,” ujar Iswara.
Ia menambahkan, DPRD tetap mempertahankan alokasi untuk hibah bersifat wajib, terutama bagi pesantren dan organisasi kemasyarakatan besar yang berperan dalam memperkuat ekosistem sosial di Jawa Barat.
Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Resmi Disahkan, Anggaran Pembelian Lahan Meningkat Pesat
“Pak Gubernur memberi perhatian besar kepada ormas keagamaan. Hibah wajib tetap masuk, termasuk anggaran untuk sosialisasi media,” jelasnya.
RAPBD 2026 sementara ini mencakup sekitar 350 kegiatan dan 1.350 subkegiatan. Namun, Iswara menyebut jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan bisa berubah sesuai hasil pembahasan bersama Badan Anggaran.
“Finalnya nanti setelah pembahasan di Badan Anggaran. Semua kegiatan tetap ada, hanya besarannya yang mungkin mengalami penyesuaian,” tutup Iswara. (dsp)







