blog counter

Hot News


Opini


    Tren Hijrah Tak Pernah Padam, Zoya Laki Ajak Kawula Muda Pria Perbaiki Diri Lewat Fesyen



    Tren Hijrah Tak Pernah Padam, Zoya Laki Ajak Kawula Muda Pria Perbaiki Diri Lewat Fesyen
    Produk Zoya Laki yang dipamerkan dalam gelaran Zoya Festival di Jalan Sulanjana, Kota Bandung JuaraNews

    JuaraNews Bandung - Tren hijrah di kawula muda seolah tak pernah surut diterjang arus. Hal itu menjadi dasar brand lokal 'Zoya Laki' mengajak kaum pria memperbaiki diri lewat fesyen.



    Jika selama ini market utama Zoya hanya disasar hanya kaum wanita. Tetapi tahun 2022 ini Zoya Laki mulai menyasar market kaum adam, muda, aktif dan ingin selalu memperbaiki dirinya dan dekat dengan hal-hal yang religius.



    Marketing Zoya Laki, Zulkarnain mengungkapkan, katalog pertamanya mengusung campaign sentimental journey, sebuah semangat dan ajakan untuk teman-teman Lakis (sebutan untuk pengguna brand ini). Sehingga, semua perjalanan hijrah yang akan dilakukan atau sedang diharapkan senantiasa dalam ketaatan, kebaikan, dan mendapatkan akhir yang terbaik.  



    "Jadi brand ini muncul dengan harapan ingin mewadahi banyak orang dalam menyampaikan pesan-pesan Keislaman dengan cara yang tak menggurui melalui clothing dan streetwear yang menjadi pakaian sehari-hari bagi kaum pria," kata Zulkarnain di Zoya Festival di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (3/4/2022).



    Zulkarnain menyebut desain-desain Zoya Laki juga berisikan komunikasi modern yang memiliki pesan Keislaman agar pesan tersebut selalu menjadi sorotan mata. Oleh karena itu, dirinya ingin mengisi dan menawarkan untuk anak-anak muda pria melalui sentuhan fashion.



    "Nanti di setiap desainnya ada pesannya baik berupa kata-kata atau desain abstrak. Kami berharap penjualan produk ini bisa menebar manfaat," ujarnya.



    Ia menambahkan, fesyen itu juga sangat cocok bagi kawula muda yang gemar rberkendara berkendara jauh. Seperti, hoodie, kaos, jaket, hingga sajadah yang cocok dibawa saat berkendara.

     

    "Misalkan lagi touring dan ingin salat maka sajadah ini bisa dibawa karena sajadahnya ini tahan air. Harga untuk kaos senilai Rp 100 ribu, dan jaket atau hoodie Rp 400 ribu," tambahnya.



    Dengan demikian, Zulkarnain berharap produk tersebut tidak hanya mementingkan transaksi fesyen semata. Lebih dari itu diharapkan dapat memberikan manfaat di setiap aktivitas kawula muda. (*)

    Oleh: raden rahadian / jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Makian Khas Basa Sunda: Perspektif Alternatif Kehidupan Jenaka
    Makin Seru Nonton Film dengan Fitur-Fitur Unggulan Iflix Indonesia
    Kisah 'Jurig Jarian', Mitologi Untuk Terapkan Nilai Tradisi
    Gitar Degung, Jalan Panjang Agus Rukmana Kembangkan Budaya Sunda
    Berita Terdahulu

    Editorial