blog counter

Hot News


Opini


    Awali Tahun 2021, UPTD Balai Mektan Uji 2 Alat Mesin Pertanian

    • Jumat, 22 Januari 2021 | 10:36:00 WIB
    • 0 Komentar


    Awali Tahun 2021, UPTD Balai Mektan Uji 2 Alat Mesin Pertanian
    Tim Penguji Balai Mekanisiasi Pertanian melakukan pengujian terhadap dua mesin pemimpil jagung dan penenam benih jagung di Cianjur, Kamis (21/1/2021). Foto Humas Balai Mekanisasi Pertanian

     

    JuaraNews, Cianjur – Balai Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat mengawali tahun 2021 dengan melakukan pengujian, yang menjadi salah satu sumber pendapatan asili daerah (PAD).

     

    Pengujian dilakukan terhadap dua mesin pertanian, yakni alat pemimpil jagung dan alat penanam benih jagung. Rencananya mesin ini akan dilaunching juga pada  pembukaan 1000 tani milenial di Cianjur Selaran pada 16 Pebruari 2021 oleh Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil.

     

    Pengujian dilakukan di Kantor Balai Mekanisasi Pertanian (Mektan) pada Rabu (12/1/2021). Dua mesin diuji oleh dua tim yang dipimpin Iwan M. Ridwan dan Heru. Pengujian dilakukan oleh produsen mesin pertanian, PT Bahagia Jaya.

     

    Ketua Tim Penguji Iwan M. Ridwan mengatakan, pengujian dilakukan 2-3 hari untuk melihat kapasitas dan kemampuan mesin sejauh mana. Pengujian dilakukan sebagai persyaratan sebelum diedarkan dan dijual kepada konsumen atau masyarakat. Pengujian ini juga dilakukan sebagai syarat untuk pengadaan alat mesin pertanian di lingkungan pemerintah.

     

    Iwan mengatakan, tim penguji  akan bekerja untuk melihat dimensi, kompetensi, dan preforma dari dua mesin tersebut. Setelah diuji, Balai Mekanisasi Pertanian akan mengeluarkan sertifikat untuk mesin tersebut. “Pengujinya pun telah mendapat sertifikat sebagai pengawas dan penguji alat mesin pertanian,” katanya.

     

    Sementara itu, Kepala Balai Mekanisasi Pertanian Teguh Khasbudi, SH., MH., mengungkapkan, di tengah pandemic Covid-19 Balai Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat tetap beraktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan. Oleh karena itu, katanya, aktivitas pengujian alat mesin pertanian terus dilakukan untuk keberlangsungan produksi pertanian.

     

    Ia mengatakan, ketika wabah Covid-19 menyerang yang tidak boleh berhenti adalah bidang pendidikan, kesehatan, dan pangan. Untuk mendorong produksi pangan ini, katanya, pengujian alat mesin pertanian tetap dilakukan. “Dan ini memberi kontribusi kepada pendapatan asli daerah, meskipun belum dalam kapasitas yang besar,” kata Teguh. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak bagi Bisnis
    Komisi III DPRD Jabar Bantah Kabar BIJB Akan Dijual ke Asing
    Peringati Imlek, Dago Smart Valley Bagi-bagi Angpao ke Calon Pembeli dan Pengunjung
    Peduli Masyarakat, PT PPA Gandeng PPSDM Geominerba Tingkatkan Kompeten SDM
    Investasi 2023 Ditarget Rp1400 Triliun, Syaratnya Stabilitas dan Pemimpin yang Kuat dan Tegas
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads