ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    KPPU Minta LKPP Segera Libatkan UMKM dalam Sistem E-Katalog
    (Foto: Istimewa) Komisioner KPPU Guntur Saragih

    KPPU Minta LKPP Segera Libatkan UMKM dalam Sistem E-Katalog

    • Sabtu, 12 September 2020 | 12:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kimisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melibatkan UMKM dalam penyedia Katalog Elektronik (E-katalog).

    Menurutnya, pihaknya telah mengajukan surat tentang peninjauan ulang pasal 13 huruf f Peraturan LKPP No. 11 tahun 2018. Menurutnya, pasal tersebut menghambat akses pelaku usaha kecil menengah untuk menjadi penyedia dalam sistem E-katalog nasional dan daerah.

    "Dalam perspektif persaingan usaha, persyaratan tersebut menjadi hambatan untuk masuk ke pasar bagi pelaku UMKM di daerah," kata Guntur saat Video Conference KPPU Kanwil III Bandung lewat aplikasi Zoom, Sabtu (12/9/2020).

    "Peraturan pasal 13 huruf f tersebut perlu direview untuk dapat lebih membuka kesempatan bagi pelaku usaha skala UMKM khusus di daerah," tambahnya.

    Guntur menyebut, sampai saat ini LKPP belum merespon surat tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang ada.

    "Kami mendorong itu terjadi agar bisa melihat respons. Tapi kami belum menerima respons surat tersebut. Kita berharap kita bisa mendapatkan respons dari LKPP. Kami akan melakukan tindak lanjut dari LKPP surat yang kami ajukan," jelasnya.

    Padahal, lanjut Guntur, jika UMKM dilibatkan dalam penyediaan barang dan jasa E-katalog dapat mempermudah dalam produsen E-katalog nasional untuk produk tertentu dengan basis pengadaan di tiap daerah.

    Tak hanya itu, Guntur juga mendorong pemerintah dengan persetujuan LKPP untuk menerbitkan E-katalog lokal yang mengutamakan pelaku barang dan jasa UKM di daerah sebagai penyedianya.

    "Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) menerbitkan daftar barang dan jasa yang pengadaannya wajib menggunakan katalog elektronik sehingga untuk pengadaan barang lainnya pemerintah daerah dapat menggunakan metode pengadaan lainnya seperti lelang/tender penunjukan langsung sesuai peraturan perundangan yang berlaku yang pesertanya diprioritaskan untuk pelaku UKM daerah," pungkasnya. (*)

    Oleh: ridwan / rid

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dampak PSBB Jakarta, PHRI Sebut Okupansi Hotel di Pangandaran Turun
    Pelaku UMKM Bisa Berkolaborasi dengan Ridwan Kamil untuk Desain Produk
    Dorong Ketahanan Pangan Pascapandemi Covid-19, Gubernur Serahkan Bantuan Puluhan Ribu Bibit Ternak
    Perkuat Tenaga Kurir, Bukti Pos Indonesia Serius Garap Bisnis Kiriman
    Ridwan Kamil Gandeng Ade Londok untuk Promosikan Kuliner Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads