Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Tetap Optimistis Berinvestasi di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
    (bnpb.go.id) Tina Talisa

    Tetap Optimistis Berinvestasi di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

    JuaraNews, Jakarta – Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha, Mohamad D. Revindo, menjelaskan, dalam berinvestasi tidak harus identik dengan perusahaan besar atau perusahaan internasional.

     

    Masyarakat dapat melakukan investasi pada perusahaan domestik, usaha kecil, menengah maupun perusahaan rumah tangga.

     

    "Bisa dilakukan (pada) perusahaan domestik, usaha kecil menengah, maupun perusahaan rumah tangga juga bisa berinvestasi," ujar Revindo saat diskusi di Media Center Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

     

    Senada dengan Revindo, Juru Bicara Komite Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Tina Talisa, juga menjelaskan, investasi tidak harus besar dan asing.

     

    Menurut data BKPM, selama Juni 2020 terdapat 57 pelaku usaha yang mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan lebih dari 50 persennya dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


    "Ada 37 ribu pelaku usaha menengah dan kecil. Nah itu yang membuktikan bahwa investasi itu ga selalu, satu selalu besar, dan dua selalu asing," ujar Tina.


    Menurut Tina, masyarakat, dalam hal ini pelaku usaha telah lebih bijak dan cermat dalam memilih sektor usaha yang aman dalam kondisi pandemi. Tina menyebut sektor usaha yang tetap bertahan dalam masa-masa sulit ini di antaranya makanan dan alat kesehatan. Industri tersebut ia nilai dapat beradaptasi dan dapat menangkap peluang yang ada untuk tetap bertahan.


    "Masyarakat (ber)adaptasi luar biasa, industri juga beradaptasi. Sekarang kita sudah bisa ekspor. Nah artinya selalu dalam kondisi yang kita anggap tidak nyaman pun bisa ditangkap sebagai peluang dan itu sudah bisa kita saksikan sekarang harus ada upaya peningkatan di berbagai hal," katanya.


    Sementara itu, pemerintah terus berupaya dalam pemulihan investasi dengan target mempertahankan para investor jangan sampai hengkang dan menarik investor sebanyak mungkin dari luar untuk dapat menanamkan modalnya di Indonesia.


    "Sejauh ini yang berinvestasi belum ada yang hengkang dan yang berencana investasi pun belum ada yang membatalkan, yang ada adalah penundaan waktu karena dalam posisi wait and see," ucap mantan presenter televisi tersebut.


    Tina menceritakan usaha BKPM dan tim dalam merelokasi tujuh perusahaan asing untuk dapat berinvestasi di Indonesia. Pada 30 Juni lalu Presiden mengumumkan adanya relokasi tujuh perusahaan asing tersebut dan akan beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Hal ini menjadi momentum bagus untuk membuka lapangan pekerjaan baru di tengah pandemi covid-19.


    Sementara dari sisi perizinan, sejak adanya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019, pelimpahan kewenangan berada di bawah BKPM -- dimaksudkan untuk memudahan bagi para pelaku usaha dalam hal mengurus perizinan agar menjadi lebih cepat dan mudah di bawah koordinasi BKPM .

     

    Selain itu, BKPM mewajibkan setiap investor besar dari luar negeri untuk menggandeng UMKM. Upaya ini ditempuh untuk mendorong pengusaha-pengusaha UMKM untuk mampu bersaing dengan bantuan modal dan teknologi yang lebih baik.


    Tina mengajak masyarakat tetap optimis dalam berinvestasi. Menurut dia, covid-19 dapat membawa berkah tersendiri kepada yang mampu beradaptasi.


    "Kita sama-sama punya optimisme. Kita sama-sama bergerak bersama untuk langkah yang lebih cepat supaya kalau ada investor dalam dan luar, kita tarik masuk dan kita pertahankan di Indonesia untuk terus memutar roda perekonomian lewat lapangan kerjakerja," katanya. (*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pelabuhan Patimban Ditargetkan Soft Launching Awal November 2020
    Balai Wyata Guna Bandung Berikan Sertifkat Barista pada 5 Penyandang Disabiltas
    Gubenur: BUMD Harus Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Jabar
    Rapid Tes Antigen Glowwhale, Metode Paling Efektif dan Akurat
    Jaga Finansial di Masa Pandemi, Direktur OCBC NISP: Uang Rp20 ribu Bisa Investasi   
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads