banner 500x188

Adrenalin Offroader Meledak di Ajang Superadventure DFC4 2025

Dalam ajang DFC 4 Superadventure 2025, puluhan kendaraan off-road roda empat dari berbagai jenis kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Superadventure DFC4 2025: Kendaraan off-road menuntaskan perjalanan epik di Pangandaran pada, Sabtu (6/9/2025). (juaranews/dasep rohimat)

JuaraNews, Pangandaran – Dalam ajang Superadventure 2025 Deep Forest Challenge (DFC) puluhan kendaraan off-road roda empat dari berbagai jenis kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tahun ini, panitia membagi DFC4 ke dalam dua kategori, Expedition Wild Forest selama enam hari dan Overland selama tiga hari. Sebanyak 72 kendaraan ambil bagian, terdiri dari 22 mobil di kategori expedition dan sisanya mobil di kategori overland. Dari 22 kendaraan yang memulai expedition, belasan mobil bertahan hingga garis akhir.

Peserta expedition menempuh perjalanan sejauh enam hari, mulai dari Tasikmalaya pada 1 September 2025 hingga Pangandaran pada 6 September 2025, sambil menjajal jalur hutan yang sarat adrenalin.

Baca Juga: Milanisti Sumedang & STKIP Pasundan Tampil Perkasa di SuperSoccer Euro Futsal Championship

Perwakilan Superadventure, Andri Yulandri menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme yang meningkat.

“Sekarang jauh lebih sukses dan pesertanya jauh lebih banyak. Tahun ini peningkatannya signifikan,” ungkap Andri kepada awak media di area finish Kampung Turis, Pangandaran. Sabtu (6/9/2025).

Salain itu kata Andri, minat komunitas off-road terhadap DFC4 kali ini sangat meningkat, dengan peserta dua kali lipat dan jalur hutan yang menawarkan tantangan dan keindahan alam.

Founder DFC, Leo Firmanto saat memberikan lencana kepada Perwakilan Superadventure, Andri Yulandri. (juaranews/dasep rohimat)

Baca Juga: Pantik Asa Sepak Bola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 Sambangi 10 Kota

Untuk para komunitas adventure pun kehadiran DFC4 ini bukan hanya sebagai arena uji nyali, tetapi juga wadah kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Andri menegaskan, Superadventure akan terus mendukung komunitas adventure di Indonesia. “Selama kegiatannya positif dan bermanfaat, kami akan selalu hadir,” ujarnya.

Dengan dukungan kuat dari Pertamina DEX, Bank BJB, Bright Gas, Actionline 4X4, Folix, Madlife Overland, dan Yumm Dimsum. Superadventure bersama Lima Production, Perhutani, IMI Jabar, dan IOF Jabar sukses menggelar ajang ini.

Baca Juga: Super Chess Series III: FM Satria Duta Cahaya & Universitas Brawijaya Borong Gelar Juara

Menurut Founder DFC, Leo Firmanto, mengungkapkan bahwa jalur ekspedisi ini membawa peserta melewati hutan liar yang telah tumbuh subur sejak 1960-an, menyimpan cerita dan tantangan tersendiri.

“Pohon-pohonnya besar, medannya tidak bisa diprediksi. Apalagi hujan sempat turun sebulan penuh sebelum start,” jelas Leo.

Leo menambahkan, Rute DFC4 ini melintasi hutan Urug dan Cikatomas, kawasan Perhutani yang menyimpan jalur peninggalan kolonial Belanda. Kontur ekstrem membuat sejumlah mobil rusak, spion pecah, hingga ada kendaraan terbalik.

“Kami tidak menaklukkan alam, tapi menyiasati alam. Itulah filosofi ekspedisi ini,” kata Leo.

Baca Juga: Pocari Sweat Run 2025 Kembali Digelar di Bandung, Ini Detailnya

Menurut Leader DFC 001 asal Jakarta, Binsar Beton Nanto. Setiap jalur di DFC4 sebagai tantangan yang memacu adrenalin tinggi.

“Tidak ada duka, yang ada hanya tantangan yang memang kita cari,” ungkapnya.

Binsar menjelaskan bahwa jalur menurun dan menanjak dengan kemiringan ekstrem menuntut kendaraan tangguh dan perlengkapan recovery yang lengkap.

Baca Juga: OTW Break Out Day 2025! Panggung Pembuktian Talenta Lokal Meledak di Cirebon

Peserta asal Bogor, Yuda Firmansyah juga menegaskan kesuksesan dalam ekspedisi ini sangat bergantung pada kerja sama tim yang solid, manajemen logistik yang efektif, dan kemampuan mengendalikan emosi.

“Yang paling penting adalah menjaga perasaan. Di hutan, kontrol emosi jadi kunci utama. Alhamdulillah, kami sampai finish,” tuturnya. (dsp)