JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, A. Yamin, mengingatkan agar anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.
Menurut Yamin, fungsi pengawasan DPRD menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan provinsi berjalan transparan, akuntabel, serta tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Baca Juga:Mendiktisaintek: Mahasiswa Harus Tangguh, Tekun dan Tak Mudah Menyerah
“Anggaran daerah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk kegiatan seremonial atau program yang tidak berdampak langsung,” ujar Yamin belum lama ini.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan DPRD dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi sejak proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan sesuai peruntukan sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan.
Yamin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran daerah. Menurutnya, partisipasi publik menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bersih.
Baca Juga:Ingat! Kota Bandung Berpotensi Terdampak Gempa Sesar Lembang
“Partisipasi publik menjadi kunci agar transparansi berjalan dengan baik. Kita ingin pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar V yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi itu menambahkan, pengawasan anggaran perlu diarahkan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk wilayah Sukabumi, kata dia, terdapat empat sektor strategis yang harus menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga:Dirjen Bangda Tekankan Perencanaan Anggaran Terukur dan Berdampak bagi Daerah
“Empat sektor ini harus menjadi prioritas. Jangan sampai ada anggaran yang mubazir, sementara masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi,” pungkasnya. (*)







