banner 500x188

Kisah Kecil di Balik Kendaraan Mungil Bernama Bemo

Sebelum jalanan kota dipenuhi angkot, motor matic, atau ojek online, masyarakat pernah begitu akrab dengan kendaraan mungil bernama bemo.
Kendaraan Bemo pertama kali masuk ke Jakarta pada tahun 1962.

JuaraNews, Bandung – Sebelum jalanan kota dipenuhi angkot, motor matic, atau ojek online, masyarakat pernah begitu akrab dengan kendaraan mungil bernama bemo.

Suaranya yang khas, berisik namun tetap terasa ramah di telinga, seolah menjadi musik latar yang menemani perjalanan warga kota di era 1960–1980-an, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi banyak orang.

Bemo pertama kali masuk ke Jakarta pada tahun 1962. Pemerintah DKI saat itu mendatangkan kendaraan roda tiga asal Jepang, Daihatsu Midget, untuk menggantikan becak.

Bentuknya kecil, bermesin 200cc, dan bisa mengangkut 3-4 orang penumpang. Kehadirannya segera menarik perhatian warga, karena praktis dan murah.

Baca Juga: Chrisye: Ikon Budaya dan Legenda Musik Indonesia

Ikon Transportasi Perkotaan

Pada masa jayanya, bemo melintas di hampir setiap sudut kota Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Denpasar. Warga menyebutnya dengan penuh akrab. Ada yang menjadikannya transportasi utama ke sekolah, ke pasar, atau sekadar jalan-jalan sore.

Ongkosnya terjangkau, jalurnya fleksibel, dan sopir bemo biasanya punya gaya khas ramah, sedikit bercanda, namun selalu sigap menyalip kendaraan lain di jalan sempit. Bemo pun menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Baca Juga: 5 Deretan Sastrawan Besar Indonesia yang Menorehkan Sejarah

Mulai Tergeser

Memasuki tahun 1980-an, keberadaan bemo perlahan-lahan mulai tergeser dari pusat transportasi kota, seiring dengan munculnya angkot dan minibus yang menawarkan ruang lebih luas dan kenyamanan yang lebih baik bagi penumpang, sehingga secara bertahap mendominasi jalur transportasi umum.

Pemerintah pun menganggap bemo sudah tak lagi sesuai dengan wajah kota modern. Suara mesinnya yang bising dan asap knalpot yang pekat membuat bemo semakin terpinggirkan.

Baca Juga: Ozzy Osbourne: Perjalanan Sang Legenda hingga Tutup Usia

Tinggal Kenangan

Kini, bemo nyaris tak terlihat lagi di jalanan. Meski begitu, bagi banyak orang bemo bukan sekadar kendaraan. Ia adalah kenangan masa kecil, tentang perjalanan ke sekolah berdesakan bersama teman, tentang pulang belanja dari pasar dengan tas penuh sayur, atau tentang suara knalpotnya yang mengiringi pagi kota.

Bemo mungkin sudah kalah oleh transportasi modern, tetapi kisahnya tetap hidup dalam ingatan. Ia adalah bukti bahwa sebuah kendaraan sederhana bisa meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dan hati masyarakat. (dsp)