JuaraNews, Surabaya – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert senang pasukannya berhasil mengalahkan timnas Taiwan dengan skor telak 6-0 pada laga persahabatan internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (6/9/2025) malam.
Gol-gol Tim Garuda masing-masing dicetak Jordy Amat (4), Marc Klok (33), Eliano Reijnders (38), Ramadhan Sananta (58), dan Sandy Walsh (60), serta gol bunuh diri MH Chao (23).
Baca Juga: Bantai Taiwan 6-0, Indonesia Naik ke Ranking 116 Dunia
Kluivert mengungkapkan, taktik dan strategi yang di rencanakannya berjalan baik saat melawan Taiwan kali ini.
“Kecepatan permainan sangat baik. Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Seluruh tim berada di level yang baik,” ungkap Coach Kluivert dalam wawancara televisi seusai laga.
Kendati dia mengakui, lawan yang di hadapi kali ini lebih lemah di banding partai di Putaran 3 kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
“Ya, Anda tahu Australia, Bahrain, Jepang, dan China (di Putaran 3). Sangat sulit untuk membuat rencana saya berjalan,” ujar Kluivert.
Baca Juga: Imbang 0-0 lawan Laos, Indonesia Kuntit Korsel di Klasemen Grup J
Kendati menghadapi tim yang rankingnya lebih rendah, kata Kluivert, semua pemain bisa profesional dan tampil apik sejak menit awal. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal bagus bahwa mereka bisa memberikan segalanya dan tidak peduli lawan.
“Mereka tahu eksekusinya karena semua orang tahu Taipei peringkatnya lebih rendah. Tapi meskipun sebuah negara peringkatnya lebih rendah, mereka tetap harus melakukan apa yang harus di lakukan. Itu yang saya lihat,” kata mantan pelatih timnas Curacao tersebut.
Baca Juga: Ini 27 Pemain Timnas Indonesia yang Akan Uji Tanding lawan Kuwait dan Lebanon
Jelang Putaran 4 nanti, menghadapi Arab Saudi dan Irak, pelatih asal Belanda ini cukup percaya diri. Pasalnya, tim Garuda memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri.
Salah satu laga persahabatan kedua melawan Lebanon yang asal Timur Tengah, menjadi momen tepat untuk membangun dalam kepercayaan diri pemain.
“Sekarang saya punya waktu. Itulah mengapa saya juga mengubah taktik saya. Dan saya pikir mereka melakukannya dengan sangat baik. Saya sudah bilang sebelum pertandingan bahwa semangatnya fantastis. Mereka mengerti sistemnya,” terang Kluivert.
Catatan Kluivert jelang Timnas Indonesia lawan Lebanon
Kendati tampil perkasa, Kluivert mencatat beberapa aspek yang harus diperbaiki untuk menghadapi Lebanon. Salah satunya para pemainnya terlalu asyik menyerang, yang membuat skema yang ada kurang sempurna. Para gelandang juga terlalu masuk ke depan, sehingga membuat winger Indonesia sulit masuk karena banyaknya pemain.
Baca Juga: Hasil Drawing, Ini Lawan Timnas Indonesia di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Nah, saya pikir di babak pertama gelandang kita terlalu tinggi. Artinya, kami tidak punya ruang bagi pemain sayap untuk masuk, dan mereka mengubahnya. Dan kamu melihat langsung bahwa gol-gol masuk dengan baik,” pungkasnya. (den)







