banner 500x188

Data Warga Jabar Diduga Bocor, Hacker Tampilkan Bukti di Dark Web

Kasus dugaan kebocoran data pribadi dalam jumlah besar kembali menggegerkan publik. Kali ini, seorang peretas anonim bernama DigitalGhostt
Ilustrasi Hacker meretas data (Foto: Sindonews)

JuaraNews, Bandung – Kasus dugaan kebocoran data pribadi dalam jumlah besar kembali menggegerkan publik.

Kali ini, seorang peretas anonim bernama DigitalGhostt mengklaim memiliki database milik 4,6 juta warga Jawa Barat dan menjualnya melalui forum di dark web.

Kebocoran data di unggah di platform X (dulu Twitter) pada Rabu, 10 Juli 2025 pukul 16.33 WIB, akun @DigitalGhostt menyoroti lemahnya sistem keamanan siber di Indonesia, terutama pada sektor pemerintahan.

“Halo masyarakat Indonesia (terutama Jawa Barat), mungkinkah data pribadi Anda ada di tangan saya? Di mana pertahanan sibernya? Apakah ia tertidur di atas tumpukan uang?” tulis akun tersebut sambil menyertakan tangkapan layar dari forum gelap.

Baca Juga:Aktivis Neni Nur Hayati Alami Doxing, Akun Resmi Pemprov Jabar Diduga Ikut Terlibat

Dalam gambar yang di unggah, tampak penawaran bertuliskan “4.6 million data of West Java Indonesian citizens [DATABASE]” lengkap dengan logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jabar.

Data yang di tawarkan meliputi nama lengkap, alamat, NIK, email, hingga informasi pekerjaan.

Hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait validitas database yang di maksud. Namun, jika benar, maka insiden ini bisa menjadi kebocoran terbesar di Jawa Barat sepanjang sejarah.

Baca Juga: Tips Pintar Atasi Pinjaman Online dan Utang Digital

Sebagai informasi, akun DigitalGhostt sendiri di kenal sebagai pelaku aktif di forum jual belihasil peretasan dan memiliki reputasi tinggi.

Ia juga pernah di kaitkan dengan kasus peretasan data 700 ribu individu milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan). (*)