JuaraNews, Bekasi – Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus diwujudkan melalui kegiatan Sunat Massal Gratis bagi Anak Cerebral Palsy.
Kegiatan yang digelar di Aria Family, Bekasi pada 25 Oktober 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Rumah Khitan Kak Topan, PT Martasandy Psychology Indonesia, BETACICI, dan Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI).
Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan yang ramah, aman, dan inklusif bagi anak dengan cerebral palsy.
CEO Martasandy Group, Billy Martasandy, sekaligus perwakilan PT Martasandy Psychology Indonesia, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemenuhan hak kesehatan anak berkebutuhan khusus sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang setara.
Billy menuturkan, anak dengan cerebral palsy memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Untuk itu, kebutuhan dan kondisi khusus setiap anak perlu menjadi perhatian dalam setiap proses pelayanan medis.
“Pelayanan kesehatan yang inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, pendampingan, dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.
“Anak-anak dengan cerebral palsy memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ujarnya menambahkan.
Kegiatan sunat massal ini menurutnya, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan yang menyeluruh, baik dari sisi medis, psikologis, maupun lingkungan sosial.
Kolaborasi antara tenaga medis, lembaga sosial, organisasi komunitas, dan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan inklusif dapat diwujudkan ketika berbagai pihak saling mendukung,” ungkapnya.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi menjadi inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak layanan kesehatan yang berpihak kepada anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Tidak hanya berfokus pada tindakan medis, kegiatan sunatan massal ini juga memperhatikan kesiapan anak dan keluarga dalam menjalani proses pelayanan.
Pendekatan yang ramah dan komunikatif menjadi bagian penting untuk membantu anak merasa lebih nyaman serta mengurangi kecemasan selama menjalani prosedur.
Bagi anak dengan cerebral palsy, pelayanan medis perlu mempertimbangkan kondisi fisik, tingkat kenyamanan, serta kebutuhan pendampingan yang berbeda pada setiap individu.
Untuk itu, keterlibatan tenaga medis yang kompeten dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menunjang pelayanan yang optimal.
Dengan digelarnya kegiatan ini, Rumah Khitan Kak Topan, PT Martasandy Psychology Indonesia, BETACICI, dan ASDOKI berharap dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya akses kesehatan yang inklusif sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pemenuhan hak kesehatan anak berkebutuhan khusus.
Selain itu, PT Martasandy Psychology Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang mengintegrasikan kesehatan fisik dan psikologis, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi anak dan keluarga.







