banner 500x188

Hari Santri Nasional, Ratnawati Dorong Penguatan Pendidikan Agama Menuju Indonesia Emas 2045

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. 

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Ratnawati dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Menurutnya, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya peran santri dan pesantren dalam mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: Forum Organisasi Zakat Salurkan Bantuan Logistik 23 Ton ke Wilayah Bencana Sumatera

Ratnawati mengaku memiliki kedekatan dengan tradisi pendidikan agama sejak kecil. Meski tidak pernah menetap di pesantren, ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang menjadikan masjid dan musala sebagai pusat kegiatan keagamaan.

“Sejak kecil, setelah pulang sekolah, saya terbiasa pergi ke musala untuk mengaji hingga menjelang Magrib. Jadi, bagi anak-anak di kampung, masjid atau musala bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Ratnawati di Bandung, Kamis (22/10/2026).

Menurut Ratnawati, kebiasaan tersebut membentuk lingkungan masyarakat yang religius. Ia berharap perkembangan zaman tidak membuat generasi muda kehilangan akar nilai agama yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Semarak Coklat Kita Silatusantren “Nikmatnya Ramadan” 2026

Santri Harus Mampu Berkiprah di Berbagai Bidang

Bagi Ratnawati, pesantren tidak hanya berperan dalam mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk kedisiplinan, ketangguhan, dan kemampuan bersosialisasi.

Ia melihat nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal bagi santri untuk berkiprah di tengah masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia berharap para santri terus mengembangkan kemampuan diri sehingga dapat mengambil peran lebih luas dalam pembangunan, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang menjadi landasan pendidikannya.

“Untuk menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi yang disiplin, memiliki ilmu pengetahuan, dan taat kepada Tuhan. Pendidikan agama menjadi fondasi penting agar kemajuan yang kita capai tetap diiringi akhlak yang baik,” tuturnya. (dsp)