banner 500x188

Buky Wibawa Terpilih Aklamasi Pimpin PSSI Jabar Periode 2026–2030

Buky Wibawa Karya Guna resmi memimpin Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat periode 2026–2030. (foto: juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Buky Wibawa Karya Guna resmi memimpin Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat periode 2026–2030.

Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Barat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan yang berlangsung di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).

Buky mengatakan, terpilihnya ia secara aklamasi tidak lepas dari dukungan voters. Ia juga mengapresiasi sejumlah pihak yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Jabar, yakni Tommy Apriantono dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

“Sekali lagi tentu ini merupakan kepercayaan dari voters ya, yang berjumlah 95 kalau tidak salah ya. Jadi, ini juga tentu saja kepercayaan dari teman-teman yang tadinya akan maju menjadi calon ketua PSSI, dari Prof Tommy, dari Kang Farhan,” ungkapnya.

Baca Juga: PSSI Jabar Resmi Luncurkan Liga Jabar Istimewa 2026

Pada kesempatan tersebut, Buky juga turut memberikan penghargaan kepada Vivin Cahyani yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asprov PSSI Jawa Barat.

Buky menilai selama kurang dari satu tahun, berbagai program pembinaan telah dijalankan untuk mendukung perkembangan sepak bola di Jawa Barat.

“​Tentu saja selama ini juga ada peran yang tidak kalah penting, yang sangat penting, yaitu kehadiran Bu Vivin sebagai PLT PSSI Provinsi Jawa Barat yang terus-terusan memberikan pembinaan yang luar biasa,” ujarnya.

“Dalam waktu kurang dari satu tahun, banyak hal yang sudah dilakukan oleh PLT Ketua PSSI Provinsi Jawa Barat yang juga tentu saja menginspirasi saya bagaimana nanti sepak bola atau ekosistem sepak bola di Provinsi Jawa Barat ini bisa kita bangun bersama,” jelasnya.

Baca Juga: PSSI Jabar Genjot Program Lisensi Pelatih dan Satu Anak Satu Bola

Ia menilai, Jawa Barat sudah menjadi barometer dan kontributor untuk para pemain sepak bola di tingkat nasional.

Selain itu, Buky juga mengungkapkan kedekatan historisnya dengan UNI, klub sepak bola yang memiliki tradisi panjang di Bandung.

UNI sendiri telah berdiri sejak 1903 dan menjadi salah satu tempat pembinaan yang turut melahirkan pemain-pemain yang tampil di Persib hingga tim nasional (Timnas) Indonesia.

“Dan saya juga tidak boleh melupakan sejarah bahwa saya berangkat dari klub UNI adalah klub dan sekolah sepak bola tertua di Indonesia tahun 1903, itu klub bola dan sekolah sepak bola paling tua di Indonesia, 1903, lebih tua dari Persib,” ungkapnya.

“​Dan sekian lama UNI juga menjadi kontributor pemain, apa supplier pemain untuk Persib dan banyak legend-legend pemain bola dilahirkan dari UNI sampai sekarang,” jelasnya.

Setelah terpilih sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Barat, Buky mengatakan menyelaraskan program pembinaan daerah dengan kebijakan PSSI pusat menjadi salah satu perhatiannya.

Buky menilai, pembinaan sepak bola tidak boleh berjalan secara parsial, melainkan harus terintegrasi agar program nasional dapat diterapkan hingga tingkat desa

“Jadi PR-nya tentu adalah kita akan terus meminta pembinaan dari PSSI Pusat karena programnya tidak boleh parsial secara program ya, ada program nasional yang harus disinkronkan sampai ke mungkin program-program di pedesaan. Dan itu butuh dukungan, terutama butuh dukungan pelatih,” tegasnya.