JuaraNews, Bandung – Pesan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang batas kekuasaan dan pentingnya menjaga demokrasi menjadi perhatian kader Demokrat di Jawa Barat.
Pesan tersebut disimak bersama melalui nonton bareng (nobar) pidato politik AHY yang digelar serentak di kantor DPD dan DPC Demokrat se-Jabar.
Pidato AHY dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat disiarkan ulang pada Senin malam (7/9/2026) melalui delapan stasiun televisi nasional.
Di Kabupaten Cirebon, kader dan simpatisan Demokrat menggelar nonton bareng (nobar) di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
Sejumlah kader dan pengurus demisioner DPD Demokrat Jabar, staf Direktorat Eksekutif (DE), serta kader dan pengurus DPC Demokrat di berbagai daerah di Jabar mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pidatonya, AHY mengingatkan kader bahwa kekuasaan bukan milik pribadi yang dapat dipertahankan tanpa batas. Kekuasaan, kata dia, merupakan mandat rakyat yang memiliki masa dan harus dipertanggungjawabkan.
“Kekuasaan adalah amanat rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.
Baca Juga: Ratnawati Dorong Penguatan Pendidikan Demokrasi, Libatkan Generasi Muda Bangun Budaya Partisipatif
Menurut AHY, prinsip tersebut penting dipegang seluruh kader Demokrat agar demokrasi Indonesia tetap berjalan sehat. Pergantian kekuasaan harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan dipandang sebagai ancaman.
AHY juga menegaskan bahwa demokrasi memberikan ruang yang sama bagi masyarakat untuk memilih maupun dipilih menjadi pemimpin.
“Melalui demokrasi, rakyat memiliki hak untuk memilih maupun dipilih sebagai pemimpin. Salah satu cara menjaga siklus demokrasi tetap sehat adalah memastikan setiap pemilu berlangsung aman, nyaman, dan demokratis,” ujarnya.
Baca Juga: Ratnawati Ajak Pelajar Cirebon Pahami Demokrasi Sejak Dini
AHY kemudian menyinggung pengalaman transisi kekuasaan setelah dua periode pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan ayahnya.
Menurut AHY, proses pergantian kepemimpinan secara damai dan demokratis merupakan pembelajaran penting dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.
“Kita patut belajar dari 10 tahun Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” katanya.
Baca Juga: Demokrat Jabar Gelar Retret Konsolidasi di Ciwidey, SBY Hadir Langsung
Karena itu, AHY meminta kader Demokrat ikut mengawal pemilu mendatang agar berlangsung aman, demokratis, dan sesuai dengan kehendak rakyat.
“Siapa pun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat dan siapa pun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat,” tegasnya.
Tak hanya berbicara soal demokrasi, AHY juga memberikan pesan keras mengenai sikap kader ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Dia menegaskan Demokrat tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada kader yang terbukti melakukan kesalahan.
Baca Juga: Legalitas dan Masa Depan Demokrasi
AHY menekankan bahwa solidaritas partai tidak boleh dimaknai sebagai upaya membela kader yang bersalah.
Dalam pidato tersebut turut hadir Presiden ke-6 RI SBY selaku pendiri sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Sejumlah elite Demokrat juga tampak hadir, termasuk Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron.
Hadir pula sejumlah kader Demokrat yang kini berada di pemerintahan, di antaranya Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggono, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Dari unsur legislatif, hadir Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR. Sementara dari Jawa Barat, hadir Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Nobar di tingkat DPD dan DPC Demokrat se-Jabar menjadi ruang bagi kader untuk menyimak langsung arah dan pesan politik AHY, terutama mengenai bagaimana partai menempatkan kekuasaan sebagai amanah serta demokrasi sebagai mekanisme yang harus dijaga bersama. (dsp)







