banner 500x188

Saeful Bachri Usulkan Pemberdayaan Padat Karya Berbasis Desa Guna Tekan Pengangguran

Komisi II DPRD Jawa Barat mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur ayam dan daging ayam broiler.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri. (Foto: Dokumen JuaraNews)

JuaraNews, Bandung – Komisi 2 DPRD Jabar mendesak Pemprov Jabar untuk melahirkan formula baru dalam penyerapan tenaga kerja di Desa agar investasi bernilai ratusan triliun rupiah berdampak nyata pada masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri, menyebut tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan peningkatan kasus kriminalitas dan masalah sosial akibat tekanan ekonomi.

Baca Juga:Saeful Bachri Soroti Akurasi Data Sosial dan Kebutuhan SMA/SMK Negeri di Kawasan Padat Penduduk Jabar

Untuk mengatasi urbanisasi, Saeful mengusulkan skema pemberdayaan padat karya berbasis perdesaan melalui sistem makloon (jasa pengerjaan produksi).

“Jangan semua difokuskan di kota. Kita bisa meniru konsep industri Tiongkok, di mana pabrik besar melempar komponen atau pengerjaan produk ke kampung-kampung. Contohnya di Kutawaringin dan Katapang, warga desa bisa mengelem, merakit, atau menjahit dari rumah, lalu dikumpulkan ke pabrik,” jelas Saeful, belum lama ini.

Baca Juga:DPRD Jabar Evaluasi LKPJ 2025, Dorong Arah Kebijakan Berbasis Pemberdayaan

Menurutnya, langkah inovatif ini akan menghentikan laju urbanisasi sekaligus memberi ruang kerja bagi warga desa tanpa harus mendirikan pabrik besar di area pemukiman perdesaan. (*)