banner 500x188

Aklamasi, Anton Sukartono Suratto Kembali Pimpin DPD Partai Demokrat Jabar

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron (kedua dari kiri) didmapingi Gubernur Jabar Dedi Mulyandi, dan Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto memberikan keterangan pers dalam Musda VI Partai Demokrat Jabar di Luxury Trans Bandung, Senin (24/8/2026) malam. (foto: juaranews/deni mulyana)

JuaraNews, Bandung – Anton Sukartono Suratto kembali terpilih sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jabar dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jabar di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Senin (24/8/2026) malam.

Anton yang memimpin Demokrat Jabar sejak 2022 lalu, terpilih secara aklamasi oleh 27 DPC kabupaten/kota serta 1 organisasi sayap, setelah menjadi calon tunggal pada Musdalub tersebut. Pasalnya, hingga batas akhir masa pendaftaran bakal calon pada 16 Agustus lalu, tidak ada lagi yang menyerahkan berkas pendaftaran. Ke-27 DPC dan 1 oraganisasi sayap, Bintang Muda Indonesia (BMI), sebagai pemegang suara Musda, semuanya sepakat hanya mengusung satu nama sebagai calon ketua DPD, yakni Anton.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan, Musda kali ini sedikit dipercepat pelaksanaannya, yakni baru 4 tahun 4 bulan dari semestinya 5 tahun sesuai ketentuan AD/ART. Karena itu Musda VI ini bisa dikategorikan sebagai Musda Luar Biasa atau Musdalub.

Dalam Musda Demokrat Jabar ini, jelas Khaeron, pihaknya tetap mengedepankan demokrasi dengan memberikan kesempatan kepada setiap kader partai untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPD, dengan ketentun mendapatkan dukungan minimal 20 persen dari pemegang suara.

Namun pada kenyataannya, hingga batas akhir pendaftaran, hanya incumbent Anton Sukartono Suratto yang mendaftarkan diri, dengan dukungan dari semua pemilik suara. Pemilik suara tersebut, yakni para ketua DPC 27 kabupaten/kota dan 1 organisasi sayap. Selebihnya adalah suara Ketua Umum yang pada musda kali ini tidak dipergunakan.

“Oleh karenanya, insya Allah mungkin lebih cepat Musyawarah Daerah ini karena hanya satu nama (Anton Sukartono Suratto) dan bisa ditetapkan secara aklamasi,” ujar Khaeron saat memberikan keterangan pers, didampingi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto, di sela-sela pelaksanaan Musda VI Partai Demokrat Jabar.

Kendati telah terpilih secara aklamasi dalam Musda, sambung Khaeron, keputusan atau penetapan Anton sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jabar periode 2026-2031, ada di tangah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Keputusannya nanti kita akan tetapkan bahwa sebagai calon tunggal dan kami akan usulkan kepada Ketua Umum sebagai calon Ketua DPD. Nanti Ketua Umum akan menetapkan pilihannya, dan dalam waktu 1-2 minggu nanti akan diputuskan oleh Ketua Umum,” tegas Khaeron.

Baca JugaSiapkan Strategi Pemenangan Pemilu 2029, Partai Demokat Gelar Pendidikan Politik bagi Anggota Fraksi se-Jabar

 

Kader Demokrat Harus Betul-betul Dekat dengan Rakyat

Khaeron menambahkan, dalam Musda ini bukan hanya berisi agenda pemilihan ketua DPD, tapi ada laporan pertanggungjawaban. Juga ada refleksi terhadap perjalanan 5 tahun kepengurusan sebelumnya, serta target-target yang ingin dicapai ke depan.

“Perlu menjadi catatan bahwa Demokrat pernah memenangkan Partai Demokrat di Jawa Barat dengan 28 kursi, baik di DPR RI maupun DPRD provinsi, dan hampir di seluruh kabupaten/kota mendapatkan pimpinan. Masyarakat Jawa Barat itu masyarakat yang memilih dengan hati. Oleh karena itu juga kami akan mengingatkan bahwa para kader di Jawa Barat harus betul-betul dekat dengan rakyat,” papar Khaeron.

Menurut Khaeron, musda juga menjadi momentum penting, bukan hanya ajang administratif, tapi merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan pada hal-hal strategis. “Oleh karena itu, saya akan mengawal langsung pelaksanaan Musyawarah Daerah ini dan semoga tentu nanti akan memberikan yang terbaik bukan hanya untuk Partai Demokrat, yang terbaik untuk warga seluruh Jawa Barat,” tegasnya.

Khaeron sepakat dengan pernyataan AHY yang menyebutkan bahwa Jabar menjadi bagian penting untuk kontestasi dari Demokrat. Menurutnya, Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, merupakan bagian penting dalam perjalanan nilai-nilai kebangsaan.

“Kalau menang di Jawa Barat, insya Allah ini juga merupakan indikator kemenangan partai di Indonesia. Tentu kekhususan ini bukan berarti meninggalkan provinsi lain. Tetapi kekhususan ini adalah juga untuk menjadikan spirit dan semangat kami mengulang kesuksesan yang pernah terjadi 2009.

Pada kesempatan sama, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berharap Partai Demokrat terus menjadi sahabat Pemprov Jabar. Melalui representasi partai dan fraksi di DPRD Jabar diharapkan bisa terus berjalan bersama-sama menyelesaikan seluruh konsepsi dan teknokrasi pembangunan di Jabar.

“Selama ini bisa berjalan dengan baik. Komunikasi saya dengan jajaran pimpinan partai, DPD, kemudian pimpinan fraksi berjalan dengan baik, dan kita bisa melihat dinamika di DPRD selama ini juga relatif baik,” ucap Dedi singkat.

Baca JugaMUSDA VI DEMOKRAT JABAR: Jadi Calon Tunggal Ketua DPD, Anton Targetkan Setiap Dapil Miliki Wakil di Legislatif 

 

Siapkan Demokrat Jabar Hadapi Pemilu 2029

Sedangkan Anton dalam pidato pertanggungjawabannya, mengungkapkan, pengalaman dan dinamika yang terjadi selama perjalanan partai harus menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi baru. Menurutnya, Demokrat Jabar tidak boleh terus terjebak pada masa lalu. Berbagai kekurangan harus diperbaiki, sementara capaian yang sudah baik harus dipertahankan dan dikembangkan.

Anton menilai soliditas internal menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan kekuatan Demokrat di Jabare. Perbedaan karakter daerah, adat, strategi maupun pandangan politik disebutnya sebagai hal yang wajar dalam organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh membuat kader terpecah setelah keputusan Musda ditetapkan. “Berbeda dalam satu gagasan, satu dalam perjuangan,” ujar Anton.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Demokrat Jabar atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepemimpinan. Jika kembali dipercaya memimpin DPD Demokrat Jabar periode 2026–2031, Anton menyatakan ingin membawa partai memasuki babak baru dengan memperbaiki kekurangan, memperkuat capaian yang sudah ada, sekaligus membangun kekuatan baru.

“Target besarnya adalah mengembalikan kepercayaan diri kader dan menyiapkan Demokrat Jawa Barat menghadapi Pemilu 2029,” tegas Anton.

Baca JugaBintang Muda Indonesia All-out Dukung Anton Pimpin Kembali Partai Demokrat Jabar

 

Anton Sukartono Suratto kembali terpilih sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jabar dalam Musda VI Partai Demokrat Jaba, Senin (24/8/2026).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pengarahan melalui Zoom dalam Musda VI Partai Demokrat Jabar di The Trans Luxury Hotel Bandung, Senin (24/8/2026) malam. (foto: juaranews/deni mulyana)

Jabar Salah Satu Jangkar Utama Partai Demokrat

Sebelumnya, melalui zoom, dalam pengarahannya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyampaikan bahwa Jabar sebagai salah satu wilayah paling strategis bagi partainya. Menurutnya, posisi Jabar tidak hanya penting karena besarnya basis politik dan pemilih, tetapi juga karena kekuatan Demokrat di provinsi ini akan berpengaruh terhadap posisi partai secara nasional. “Jawa Barat adalah salah satu jangkar utama Partai Demokrat,” kata AHY.

Karena itu, AHY menilai Musda VI harus menjadi momentum untuk kembali merapatkan barisan. Perbedaan di internal partai, menurut AHY, tidak boleh berkembang menjadi persoalan yang justru melemahkan organisasi. “Jangan menjadikan perbedaan internal sebagai alasan untuk memecah kekuatan partai,” ujarnya.

AHY menekankan konsolidasi harus dilakukan secara demokratis, rasional, dan bermartabat dengan mengutamakan kepentingan organisasi, bukan kepentingan individu. Selain persoalan soliditas, Demokrat Jabar juga didorong memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan politik, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader. “Partai harus menjadi partai modern yang tetap mengakar kepada masyarakat,” kata AHY. (den)