JuaraNews, Bandung – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah menegaskan peran masa sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga di Jawa Barat.
Hal itu Umi tegaskan saat Keynote Speech sarasehan Penguatan Peran Media Peduli Keluarga yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) di Rooftop DPRD Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
Baca Juga:Komisi V DPRD Jabar Kawal Ketat Perizinan SMK IDN, KBM Dipastikan Aman
Kegiatan tersebut juga diisi diskusi dengan terkait peran media dalam mengawal ketahanan keluarga di Jawa Barat, dengan narasumber, Wakil Ketua KPID Jawa Barat periode 2024–2027 adalah Almadina Rakhmaniar, dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat, Najip Hendra.
Menurut Umi, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi sekaligus kurator yang menghadirkan konten-konten berkualitas bagi masyarakat.
Umi sapaan akrabnya menilai di tengah derasnya arus informasi digital, tidak semua konten seharusnya diukur berdasarkan tingkat viralitas semata. Media diharapkan tetap mengedepankan pesan-pesan kehidupan yang mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan ketahanan keluarga.
“Media ini sangat penting, super penting. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi dan mengkurasi. Jangan sampai yang dikejar hanya karena algoritma dan viral. Ada pesan-pesan kehidupan yang harus terus kita jaga,” ujar Umi.
Baca Juga:Komisi IV DPRD Jabar Soroti Pentingnya Peran Pemerintah dalam Penguatan Bank Sampah
Menurutnya, keluarga di Jawa Barat harus menjadi keluarga yang kuat, memiliki ketahanan, dan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dalam situasi krisis sekalipun, keluarga diharapkan tetap mampu bertahan bersama, mendidik anak-anak dengan baik, serta memandang setiap ujian sebagai bagian dari perjalanan ibadah.
Selain itu juga Umi, mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mengambil keputusan berpisah ketika menghadapi persoalan rumah tangga, khususnya yang dipicu oleh tekanan ekonomi. Sebab, kondisi tersebut kerap memicu persoalan lain seperti kekerasan dalam rumah tangga hingga gangguan kesehatan mental.
“Kita tidak ingin keluarga-keluarga cepat menyerah, cepat memutuskan bercerai hanya karena persoalan ekonomi. Dari situ bisa muncul kekerasan, masalah mental, dan persoalan lainnya,” katanya.
Karena itu, DPRD Jawa Barat mengajak media menjadi mitra dalam menumbuhkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Media diharapkan mampu memilih dan memperkuat informasi yang memberikan dampak positif bagi keluarga, bukan sekadar mengejar popularitas di media sosial.
Baca Juga;Ratnawati Ungkap Lima Masalah Krusial Pertanian Jawa Barat
“Saya mencintai media. Tolong menjadi pihak yang membersamai tumbuhnya kebaikan di keluarga Jawa Barat, sekaligus menjadi kurator yang baik. Tentukan mana yang layak dimunculkan, mana yang perlu diperkuat. Tidak semua harus diviralkan hanya karena mengikuti algoritma. Fungsi itu ada di tangan media,” tuturnya. (*)







