JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. Saeful Bachri, menerima aspirasi masyarakat terkait kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Jumat (19/6/2026).
Sejumlah orang tua menilai bahwa menu makanan yang disajikan masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi rasa, variasi menu, maupun kesesuaiannya dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Masyarakat juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada peserta didik.
Baca Juga: Saeful Bachri Dorong Evaluasi SPMB 2026, Warga Ciwidey Keluhkan Minimnya Daya Tampung Sekolah Negeri
Menanggapi hal itu, Saeful Bachri menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis yang harus dijalankan dengan kualitas terbaik.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi bagi masa depan generasi bangsa. Tujuannya sangat baik, sehingga kualitas menu, keamanan pangan, dan standar gizinya harus benar-benar dijaga melalui pengawasan yang ketat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para peserta didik,” ujar Saeful.
Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar kualitas layanan terus meningkat.
Baca Juga: Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok
Selain persoalan MBG, warga juga mengeluhkan masih terbatasnya daya tampung SMA dan SMK negeri dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Dalam agenda reses ini, seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan diteruskan kepada pemerintah daerah serta instansi terkait sebagai bahan evaluasi kebijakan, guna meningkatkan pelayanan publik khususnya di sektor pendidikan agar lebih merata dan tepat sasaran.
“Hal ini merupakan wujud komitmen kami di DPRD untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan ditindaklanjuti secara nyata oleh pemerintah,” pungkas Saeful Bachri. (dsp)







