banner 500x188

Diresmikan Wali Kota Muhammad Farhan, Sop Saudara Khas Makassar Ramaikan Kuliner Bandung

Warung Sop Saudara atau Sop Sentral 1954 resmi hadir di Kota Bandung, berlokasi di kawasan ruko Outlet Madu Perhutani, Jalan Ahmad Yani.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengunting pita saat grand opening Warung Sop Sentral 1954 di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Senin (1/6/2026). foto: juaranews/deni mulyana)

JuaraNews, Bandung – Warung Sop Saudara atau Sop Sentral 1954 resmi hadir di Kota Bandung, berlokasi di kawasan ruko Outlet Madu Perhutani, Jalan Ahmad Yani No 276.

Grand opening soto legendaris asal Sulawesi Selatan tersebut secara resmi dilakukan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dengan penguntingan pita di pintu masuk Warung Sop Saudara.

Kehadiran kuliner khas Makassar, seperti Sop Konro, Kikil, dan Paru tersebut mendapat sambutan positif dari Wali Kota Muhammad Farhan. Ia menilai kehadiran kuliner legendaris yang menjadi langganan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla tersebut semakin memperkaya khasanah kuliner yang dimiliki Kota Kembang.

Farhan mengaku terkesan dengan cita rasa khas yang ditawarkan restoran tersebut. Menurutnya, Sop Saudara menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner Nusantara yang kini bisa dinikmati masyarakat Bandung.

“Alhamdulillah, masakannya enak sekali. Sesuai dengan yang biasa kita nikmati kalau sedang ke Makassar. Sop Saudara memang luar biasa. Mantap,” kesan Farhan.

Menurut Farhan, hadirnya kuliner dari luar Bandung tersebut bakal semakin menyemarakan wisata kuliner di Kota Bandung, yang selama ini menjadi tujuan para wisatawan.

‘Jadi, ini adalah salah satu bentuk kekayaan kuliner di Kota Bandung. Apalagi Sop Sentral Saudara ini kan sudah sangat terkenal di Makassar dan di Jakarta. Jadi, saatnya hadir ke Bandung. Ini legend pisan lah.” ujar Farhan.

Baca JugaMenjelajahi Rasa di Lembang: “L’Iftar Kareem”, Perjalanan Kuliner dari Timur Tengah hingga Tanah Sunda

 

Warung Sop Saudara atau Sop Sentral 1954 resmi hadir di Kota Bandung, berlokasi di kawasan ruko Outlet Madu Perhutani, Jalan Ahmad Yani.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mencoba sop konro do sela-sela grand opening Warung Sop Sentral 1954 di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Senin (1/6/2026). (foto: juaranews/deni mulyana)

Sop Legendaris Hadir sejak 1954

Farhan bahkan menyebut Bandung sebagai kota dengan kekayaan kuliner terbaik yang mampu menghadirkan berbagai cita rasa dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan dari negara-negara lain. “Pokoknya (kuliner dari) seluruh Indonesia, seluruh dunia yang namanya kuliner terbaik ada di Kota Bandung,” pungkas Farhan.

Kehadiran Sop Sentral 1954 di Bandung tersebut menjadi langkah ekspansi bisnis terbaru setelah sebelumnya sukses berkembang di Makassar. Setelah membuka cabang pertama di luar Makassar, yakni di kawasan Harmoni Jakarta, kini meresmikan cabang kedua di Kota Bandung.

Perwakilan Owner Warung Sop Sentral 1955, H Andi Kadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu dan masyarakat yang hadir dalam pembukaan restoran tersebut, khususnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menjelaskan bahwa Sop Saudara merupakan kuliner legendaris khas Pangkep yang menggunakan bahan utama daging sapi pilihan dan berbagai rempah khas Sulawesi Selatan.

Keunikan sajian ini terletak pada kuahnya yang dipadukan dengan kacang tanah sangrai yang dihaluskan atau susu sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas dan berbeda dari sop pada umumnya. “Sop Saudara adalah kuliner legendaris khas Pangkep yang terkenal karena kelezatan kuah dan racikan rempahnya. Alhamdulillah setelah bertahan dan berkembang di Makassar dan Jakarta, hari ini Sop Sentral hadir di Bandung,” kata Andi Kadir.

Baca JugaThe Grand Central Court Dibuka, Sediakan Lapangan Padel dan Kuliner dalam 1 Kawasan

Andi Kadir menyampaikan, Sop Saudara memiliki sejarah panjang. Restoran tersebut berdiri sejak 1954 dan hingga kini menjadi salah satu ikon kuliner Sulawesi Selatan. Gerainya tersebar di berbagai wilayah Makassar, sebelum akhirnya merambah Jakarta, dan kini hadir di Bandung

Menurut Andi, popularitas Sop Saudara juga terlihat dari banyaknya tokoh nasional yang menjadi pelanggan setia. “Kebetulan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta keluarganya hampir setiap bulan makan di situ (cabang Makassar),” ujarnya.

Andi berharap kehadiran Sop Sentral 1955 di Bandung bisa diterima masyarakat dan menjadi destinasi kuliner keluarga yang nyaman serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga kita semua di sini tetap survive. Kami berharap Sop Saudara menjadi makanan pilihan keluarga. Kami juga menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan, kualitas maupun fasilitas. Karena itu kami membutuhkan saran dan kritik dari masyarakat,” katanya.

Baca JugaKuliner Nusantara Ramaikan Menu Baru Ibis Pasteur Bandung

 

Gunakan Bumbu Racikan Khas Kaya Rempah

Keistimewaan Sop Saudara tidak hanya terletak pada kuahnya yang kaya rempah. Saat disajikan, sop ini dilengkapi perkedel kentang, paru goreng, telur bebek rebus, soun, daun bawang, bawang goreng, serta perasan jeruk nipis yang semakin memperkaya rasa.
Telur bebek rebus menjadi salah satu ciri khas yang membuat kuah Sop Saudara terasa lebih kental dan gurih.

Menariknya lagi, masyarakat biasanya menikmati sajian ini bersama sepiring nasi hangat dan ikan bandeng bakar. Kombinasi unik antara daging sapi, jeroan, dan ikan bandeng bakar menciptakan pengalaman kuliner yang jarang ditemukan pada hidangan lainnya.

Selain menggunakan bumbu racikan khas, Sop Saudara juga menghadirkan berbagai pilihan isian seperti daging sapi, jantung, paru, usus, dan hati yang dipadukan dengan kuah bercita rasa gurih dan sedikit manis.

Tak heran jika Sop Saudara masuk dalam daftar kuliner wajib yang selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Pangkep. Kini, masyarakat Bandung tidak perlu jauh-jauh ke Makassar untuk menikmati kelezatan kuliner legendaris tersebut karena Sop Sentral 1954 resmi hadir di Kota Kembang.

Dengan sejarah lebih dari 7 dekade dan cita rasa autentik yang tetap terjaga, Sop Sentral 1954 siap menambah warna baru dalam peta kuliner Bandung yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Indonesia. (den)